Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Saat Jibril Bertanya Rukun Islam-Iman pada Nabi Muhammad

Kamis 02 Dec 2021 06:13 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil

Saat Jibril Bertanya Rukun Islam-Iman pada Nabi Muhammad. Foto: Nabi Muhammad (ilustrasi)

Saat Jibril Bertanya Rukun Islam-Iman pada Nabi Muhammad. Foto: Nabi Muhammad (ilustrasi)

Foto: Republika
Nabi Muhammad ditanya Jibril soal rukun islam dan iman.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Malaikat Jibril Alaihissallam pernah bertanya kepada Nabi Muhammad ﷺ tentang islam dan Iman.

Dikutip dari buku Ambilah Aqidahmu dari Alquran dan As-sunnah yang shahih yang difahami Shahabat Radhiyallahu Anhum, Jibril Alaihissallam berkata: "Wahai Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang islam."

Baca Juga

Rasulullah ﷺ menjawab:

الإسلام أن تشهد أن لا إله إلا الله، وأن محمداً رسول الله، وتقيم الصلاة وتؤتي الزكاة، وتصوم رمضان، وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا

"Islam adalah:

1. Bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah (yaitu tidak ada yang berhak diibadahi baik di langit maupun di bumi dengan benar  selain Allah), dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah (yaitu wajib mentaatinya seiring dengan ajarannya yang datangnya dari Allah). 

2. Mendirikan shalat (yaitu melaksanakannya dengan segala rukun-rukunnya, syarat-syaratnya, kewajiban-kewajibannya, serta penuh ketenangan (tumaninah) diiringi dengan khusyu). 

3. Membayar zakat. (Jika seorang muslim memiliki nishab (batas minimal) 85 gram emas atau uang yang nilainya setara dengan itu, maka ia harus membayar 2,5 persen dari harta tersebut, setelah harta tersebut dimiliki satu tahun (haul). Demikian pula jenis kekayaan dan harta benda lainnya, yang telah diatur nishab-nya dan waktu pembayarannya, berikut nilai harta yang harus dikeluarkan darinya). 

4. Puasa di bulan Ramadhan (yakni tidak makan, minum dan berhubungan seksual, serta menjauhi semua perkara yang membatalkan puasa dari semenjak terbit fajar hingga terbenamnya matahari). 

5. Berziarah (haji) ke Baitullah di Makkah), jika Anda mampu melakukannya." (HR Muslim)

Sementara itu, Jibril berkata: "Kemudian jelaskan pula tentang iman." Maka Rasulullah ﷺ menjawab: 

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

"Iman adalah percaya kepada: 

1. Allah (yaitu meyakini dengan sesungguhnya, bahwa Allah adalah Maha Pencipta, Yang Berhak diibadahi dengan benar, dan bahwa Dia memiliki Nama-Nama dan Sifat-Sifat Sempurna yang layak bagi-Nya, dan tidak ada satu makhluk pun yang menyerupai-Nya. 

Allah Ta'ala berfirman: ...لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌ...

"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia." (QS. Asy-Syuuraaayat 11) 

2. Para Malaikat-Nya (yaitu bahwa mereka diciptakan dari cahaya dan mereka melaksanakan segala perintah Allah dan bahwa kita tidak dapat melihat mereka). 

3. Kitab-Kitab-Nya (yaitu Taurat, Injil, Zabur dan Alquran yang menghapuskan semua Kitab sebelumnya). 

4. Rasul-Rasul-Nya (Rasul yang pertama adalah Nabi Nuh Alaihissallam dan yang terakhir yaitu Nabi Muhammad ﷺ) 

3. Hari Akhir (yaitu hari Kiamat ketika semua umat manusia akan dikumpulkan untuk dihisab). 

6. Takdir yang baik dan yang buruk. (Yaitu menerima semua ketentuan Allah dan pada saat yang sama kita harus melakukan tindakan ikhtiar yang diperlukan untuk mencapai tujuan kita)." (HR Muslim).

 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA