Wednesday, 23 Jumadil Akhir 1443 / 26 January 2022

Wednesday, 23 Jumadil Akhir 1443 / 26 January 2022

Aladin Syariah Sesuaikan Produk untuk Target Pasar dan Mitra

Rabu 01 Dec 2021 20:13 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Fuji Pratiwi

CEO PT Bank Aladin Syariah Tbk Dyota Marsudi. Bank Aladin Syariah mengembangkan produk sesuai dengan kebutuhan dari target pasar.

CEO PT Bank Aladin Syariah Tbk Dyota Marsudi. Bank Aladin Syariah mengembangkan produk sesuai dengan kebutuhan dari target pasar.

Foto: istimewa
Aladin Syariah ingin mengembangkan produk yang belum pernah ada sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Aladin Syariah Tbk mengembangkan produk sesuai dengan kebutuhan dari target pasar. CEO Bank Aladin Syariah Dyota Marsudi mengatakan, target pasar Aladin Syariah adalah masyarakat unbanked, underbanked, juga UMKM.

"Kita tidak bisa menciptakan produk atau aplikasi yang menyenangkan semua orang, jadi kami fokus menjawab kebutuhan target pasar yang ingin kami layani dan mitra," kata Dyota dalam Webinar Road to Anugerah Syariah Republika 2021, Rabu (1/12).

Baca Juga

Dyota menyampaikan, Aladin Syariah ingin mengembangkan produk yang belum pernah ada sebelumnya. Produk tersebut harus sesederhana mungkin karena sejak awal ia fokus untuk melayani masyarakat yang belum terjangkau.

Pengembangan produk juga disesuaikan dengan ekosistem mitra Aladin Syariah. Seperti saat ini bank telah bekerja sama dengan retailer yang memiliki sekitar 14 ribu gerai di seluruh Indonesia, Alfamart, juga Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang memiliki kapasitas keuangan besar.

"Mitra juga tentu punya kebutuhan masing-masing yang spesifik, sehingga produk yang kami buat bersama itu juga harus memenuhi kebutuhan mereka," kata Dyota.

Dengan kostumasi, keunikan, dan kesesuaian produk dengan captive market tersebut, maka tingkat kepuasan terhadap produk tentu akan meningkat. Dyota mengatakan, saat ini Aladin Syariah terus mengembangkan ekosistemnya.

Aladin Syariah telah melakukan pembicaraan dengan para pelaku industri lain yang juga memiliki ekosistem besar, baik yang bergerak di ranah daring maupun luring. Namun, ia belum bisa menyampaikan perkembangan lebih lanjut.

"Insya Allah tahun depan kita bisa umumkan lebih," kata dia.

Dyota menyampaikan, alasan utama menyasar kelompok pasar seperti disebut di atas adalah tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah masyarakat Indonesia yang rendah. Sebelum memutuskannya, Aladin Syariah juga melakukan riset terkait segmen ini.

Menurutnya, tingkat kepercayaan menjadi salah satu yang utama untuk peningkatan literasi dan inklusi. Maka dari itu, Aladin Syariah menggandeng mitra Alfamart untuk memperkuat branding dan keberadaannya di tengah kelompok unbanked dan underbanked tersebut.

Kolaborasi atau partnership juga menjadi pendukung utama di awal kehadiran Aladin Syariah. Ia berharap bisa membawa pendekatan baru sebagai solusi dari tantangan yang selama ini ada.

"Dengan adanya cara berpikir yang beda, kita bisa benar-benar membuat penawaran yang inovatif dan belum pernah dilakukan sebelumnya," ungkap Dyota.

Aladin Syariah juga mengimplementasikan open banking dan otomasi sejak awal proses onboarding. Layanan akan mengandalkan sistem digital namun produk yang dibangun akan sesuai dengan kebutuhan. Karena masyarakat yang dilayani adalah segmen unbanked, underbanked, dan UMKM, maka aplikasi akan sangat ringan dan bisa tetap dijangkau meski dengan jaringan internet lemah.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA