Rabu 01 Dec 2021 19:28 WIB

138 Kepala SD di Kota Bandung Dites Menulis Alquran

Tes menulis Alquran bagian dari Program Gerakan Menulis Al Quran.

138 Kepala SD di Kota Bandung Dites Menulis Alquran. Wali Kota Bandung Oded M Danial
Foto: Edi Yusuf/Republika
138 Kepala SD di Kota Bandung Dites Menulis Alquran. Wali Kota Bandung Oded M Danial

IHRAM.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 138 kepala Sekolah Dasar di Kota Bandung, Jawa Barat mengikuti tes menulis Alquran sebagai bagian dari implementasi optimal dalam melaksanakan tugas pokok, fungsi, dan tanggung jawab moral kepada anak didik.

Wali Kota Bandung Oded M.Danial mengatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari sosialisasi Program Gerakan Menulis Al Quran (Gelisan) yang menjadi salah satu metodologi berinteraksi dengan Alquran dalam program Bandung Agamis.

Baca Juga

"Program Gelisan Al Quran ini, sebuah inovasi, kreatif-inovatif yang sangat luar biasa. Karena kalau kita membaca belum tentu menulis, tetapi kalau menulis, insya Allah pasti membaca," kata dia, Rabu (1/12).

Seratusan kepala SD mengikuti tes tersebut di salah satu hotel di Kota Bandung. Program Gelisan itu juga rangkaian dari kegiatan Hari Jadi Ke-211 Kota Bandung.

Menurut Oded, kegiatan itu juga digelar dalam rangka membentuk masyarakat supaya lebih cinta kepada kitab suci umat Islam tersebut. Dengan program itu, ia mengatakan kepala sekolah dinilai akan lebih efektif untuk menyosialisasikan program Gelisan kepada para siswanya.

Kepala Disdik Kota Bandung Hikmat Ginanjar mengatakan membekali para kepala SD untuk dapat mengimplementasikan Bandung yang Unggul dan Agamis. "Karena unggul itu akan dimulai dengan pendidikan, kemudian agamis itu bagian dari bagaimana setiap jiwa manusia menjadi kebutuhan yang sangat esensial untuk mendekatkan diri dengan Tuhannya," kata dia.

Dia mengatakan jika program Gelisan ini sudah terimplementasi di sekolah, maka pembiasaan yang sering dilakukan para siswa di sekolah bisa dilakukan kembali dengan ditambah program Gelisan. "Mudah-mudahan segera normal (kegiatan sekolahnya), anak-anak nanti pas masuk itu bisa mengaji lagi, anak-anak bisa sholat dhuha lagi, anak-anak bisa mempraktikkan doa-doa lagi," kata dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement