Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Derbi Merseyside dan Pertaruhan Masa Depan Benitez

Rabu 01 Dec 2021 19:24 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Muhammad Akbar

 Pelatih kepala Everton Rafael Benitez saat pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester City dan Everton di stadion Etihad di Manchester, Inggris, Ahad (21/11) malam WIB.

Pelatih kepala Everton Rafael Benitez saat pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester City dan Everton di stadion Etihad di Manchester, Inggris, Ahad (21/11) malam WIB.

Foto: AP/Jon Super
Pertandingan di Goodison Park ini akan sangat penting bagi Benitez

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL --Rafael Benitez merupakan veteran derby Merseyside. Ia sudah menjalani 14 kali salah satu derby paling panas di sepak bola Inggris tersebut saat menjadi manajer Liverpool. Namun kini rasa derby Merseyside akan berbeda bagi Benitez, karena ia akan memimpin Everton.

Pertandingan di Goodison Park ini akan sangat penting bagi pelatih berusia 61 tahun itu. Ia akan menjadi manajer pertama sejak 1894, yang memimpin dua klub asal Merseyside dalam sebuah derby. Tapi mungkin catatan itu jauh dari pikirannya. Karena Benitez harus fokus mengembalikan performa Everton yang sedang anjlok.

Baca Juga

The Toffees tanpa kemenangan dalam tujuh pertandingan Liga Primer Inggris, dan turun ke peringkat 14 di klasemen, setelah akhir pekan lalu kalah dari Brentford. Fan Everton pun tidak senang usai tim kesayangan mereka kalah dari tim promosi. Nasib Benitez yang baru ditunjuk pada Juni lalu pun mulai digoyang.

Apalagi, penunjukan Benitez sejak awal memang telah banyak mendapatkan protes. Spanduk-spanduk berisi kecaman berjejer di luar Goodison Park dan di dekat rumahnya.

Sejumlah penggemar masih marah dengan pernyataan pelatih asal Spanyol itu, karena pernah menyebut Everton sebagai 'klub kecil', setelah derby tanpa gol di Anfield pada Februari 2007.

Walaupun tak lama setelah perkataannya itu heboh, Benitez menegaskan ia merujuk pada tim, bukan Everton sebagai sebuah klub. Tapi kemudian mayoritas penggemar Everton siap untuk memberinya kesempatan. Benitez mengawali kariernya bersama the Toffees dengan cukup menjanjikan, dimana timnya memenangkan tiga dari empat pertandingan.

Namun situasi telah berubah sekarang. Setelah sembilan pertandingan terakhir, Everton berada di papan bawah, hanya mencetak enam gol dan 16 kali kebobolan. Bukan itu saja, Everton harus menahan malu karena kalah dari dua tim promosi.

Capaian 15 poin Benitez dari 13 pertandingan pembuka, juga merupakan yang terendah ketiga oleh manajer Everton di era Liga Primer, setelah Howard Kendall dan Walter Smith.

Tapi tidak semua kemarahan atas hasil buruk akhir-akhir ini disematkan kepada manajer. Benitez harus berurusan dengan cederanya sejumlah pemain kunci, termasuk bek Yerry Mina, gelandang Abdoulaye Doucore dan dua penyerang Dominic Calvert-Lewin dan Richarlison.

Selain itu, ia juga hanya boleh menghabiskan dana 1,7 juta poundsterling di bursa transfer, karena klub berisiko melanggar aturan keuntungan dan keberlanjutan Liga Inggris. Hal itu terjadi karena pengeluaran transfer yang sia-sia selama bertahun-tahun.

Pemilik Everton Farhad Moshiri, telah menghabiskan sekitar 500 juta poundsterling untuk membeli pemain, sejak mengambil alih klub pada 2016. Namun hanya sedikit dari mereka yang bisa mengembalikan investasi tersebut.

Selain itu, Everton juga sudah lima kali ganti pelatih dalam lima tahun, dengan Benitez sebagai yang terbaru. Selain itu, pemain juga patut disalahkan dalam kondisi ini, setelah memperlihatkan performa yang di bawah standar saat melawan Brentford.

Oleh karena itu, Everton butuh kemenangan dalam derby penting ini. Walaupun butuh keajaiban bagi Benitez akan timnya bisa mengalahkan Liverpool yang berada di peringkat ketiga Liga Inggris. The Reds juga telah mencetak 39 gol di liga, tertinggi dari semua tim dalam 13 pertandingan, dua kali lipat dari yang diciptakan the Toffees (16).

''Everton butuh keajaiban untuk bisa menang. Jika mereka tertinggal 3-0 sebelum babak pertama dan Goodison setengah kosong, Benitez mungkin terhindar dari kemarahan, karena semua orang telah pergi dan itu hanya sikap apatis,'' kata Matt Jones dari podcast Everton The Blue Room, dikutip dari BBC, Rabu (1/12).

Benitez boleh sedikit mengingat kenangan indah dari pertandingan ini. Dia memiliki rekor bagus dalam derby saat masih di Anfield. Setelah kalah dari pertemuan pertamanya di Goodison pada Desember 2004, dia hanya sekali kalah dari 11 pertemuan berikutnya di liga.

Satu-satunya kekalahan terjadi pada partai ulangan putaran keempat Piala FA pada 2009. Tapi semua itu tidak sepenting pertemuan di Goodison Park Kamis dini hari nanti, mengingat potensi konsekuensi untuk masa depannya sendiri.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA