Sunday, 28 Syawwal 1443 / 29 May 2022

Ukraina Minta NATO Persiapkan Sanksi Ekonomi pada Rusia

Rabu 01 Dec 2021 15:15 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Pasukan terjun payung Angkatan Darat Rusia berbaris selama latihan untuk parade militer Hari Kemenangan di Moskow, Rusia, pada 7 Mei 2021. Pejabat Ukraina dan Barat khawatir bahwa penumpukan militer Rusia di dekat Ukraina dapat menandakan rencana Moskow untuk menyerang bekas Sovietnya. Ukraina mendesak NATO mempersiapkan sanksi ekonomi pada Rusia dan  meningkatkan kerja sama dengan mereka.

Pasukan terjun payung Angkatan Darat Rusia berbaris selama latihan untuk parade militer Hari Kemenangan di Moskow, Rusia, pada 7 Mei 2021. Pejabat Ukraina dan Barat khawatir bahwa penumpukan militer Rusia di dekat Ukraina dapat menandakan rencana Moskow untuk menyerang bekas Sovietnya. Ukraina mendesak NATO mempersiapkan sanksi ekonomi pada Rusia dan meningkatkan kerja sama dengan mereka.

Foto: AP/Alexander Zemlianichenko,
Ukraina mendesak NATO mempersiapkan sanksi ekonomi pada Rusia

REPUBLIKA.CO.ID, RIGA -- Ukraina mendesak NATO mempersiapkan sanksi ekonomi pada Rusia dan meningkatkan kerja sama dengan mereka. Hal ini disampaikan saat Kiev bergabung dengan aliansi pertahanan negara-negara Barat dalam isu mencegah Rusia menggelar serangan.

Ukraina yang bekas bagian Uni Soviet itu kini ingin bergabung dengan Uni Eropa dan NATO. Ukraina menjadi titik perselisihan Rusia dan negara-negara Barat, mendorong hubungan kedua pihak berada di titik terendahnya sejak Perang Dingin berakhir tiga dekade yang lalu.

Baca Juga

"Kami akan meminta sekutu-sekutu kami untuk bergabung dengan Ukraina dalam menyusun paket pencegahan," kata Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba saat tiba untuk bertemu dengan pejabat-pejabat NATO di Riga, Rabu (1/12).

Ia mengatakan dalam paket ini NATO harus mempersiapkan sanksi-sanksi ekonomi untuk diberlakukan pada Rusia. "(Jika) Rusia memilih skenario terburuk," katanya.

Kuleba menambahkan NATO juga harus meningkatkan kerja sama militer dan pertahanan dengan Ukraina. Pada Selasa (30/11) kemarin NATO dan Amerika Serikat (AS) memperingatkan Moskow akan membayar harga mahal jika mereka menggelar agresi militer baru pada Ukraina.

"Setiap agresi Rusia pada Ukraina di masa depan akan menimbulkan harga mahal dan konsekuensi ekonomi dan politik serius bagi Rusia," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di hari pertama pertemuan dengan 30 sekutu NATO di Riga.

Presiden Rusia Vladimir Putin membalas dengan mengatakan Rusia akan terpaksa bertindak jika NATO yang dipimpin AS menempatkan rudal di Ukraina yang dapat menyerang Moskow dalam beberapa menit. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken diharapkan akan mengungkapkan lebih banyak mengenai intelijen yang diperoleh Washington mengenai niatan Rusia di Ukraina.

Pada 2014 lalu Kremlin menganeksasi Semenanjung Krimea dari Ukraina dan mendukung kelompok separatis dalam memerangi pasukan pemerintah. Kiev mencatat konflik di timur Ukraina itu telah menewaskan sekitar 14 ribu orang.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA