Rabu 01 Dec 2021 13:55 WIB

Penembakan Massal di SMA Michigan, Tiga Tewas

Penyidik masih menggali motif penembakan dari pelaku yang berusia 15 tahun.

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah
Police line
Foto: Wikipedia
Police line

REPUBLIKA.CO.ID, MICHIGAN -- Seorang siswa berusia 15 tahun melepaskan tembakan di sebuah sekolah menengah atas (SMA) di Michigan. Pihak berwenang mengatakan, penembakan ini menewaskan tiga siswa termasuk seorang remaja 16 tahun yang meninggal di mobil patroli polisi dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Sheriff Oakland County  Michael Bouchard mengatakan penyidik masih mencoba menentukan motif dari penembakan di  Oxford High School di Oxford Township. Pemukiman dengan populasi 22 ribu orang yang berjarak sekitar 48 kilometer dari Detroit. "Orang yang paling banyak melihat dan motifnya tidak berbicara," kata Bouchard dalam konferensi pers, Rabu (1/12).

Baca Juga

Bouchard mengatakan, ayah tersangka membeli senjata yang digunakan dalam penembakan ini pada Jumat (26/11) lalu. Ia mengatakan tidak mengetahui mengapa ayah tersangka membeli senjata Sig Sauer 9 mm tersebut.

Bouchard mengatakan tersangka sudah berlatih menembak dengan pistol dan 'mengunggah foto target dan senjata'. Tiga orang siswa yang tewas adalah Tate Myre yang berusia 16 tahun, Hana St. Juliana 14 tahun dan Madisyn Baldwin berusia 17 tahun. Bouchard mengatakan Myre meninggal di mobil patroli saat petugas membawanya ke rumah sakit.

Bouchard mengatakan pihak berwenang diberitahu mengenai ancaman serangan ke sekolah dengan 1.700 siswa itu yang beredar di media sosial. Tapi ia mengatakan tidak mengetahui mengenai rumor tersebut sampai serangan terjadi.

Bouchard menekankan pentingnya untuk mengirimkan petunjuk semacam itu ke pihak berwenang. Tapi juga memperingatkan agar tidak menyebarkan desas-desus di media sosial mengenai serangan sebelum penyelidikan menyeluruh.

Wakil Sheriff Mike McCabe mengecilkan hubungan antara insiden bulan November lalu ketika kepala rusa dilemparkan dari atas sekolah dengan penembakan ini. Vandalisme mendorong sekolah mengirimkan dua surat ke orang tua, mengatakan mereka telah merespon ancaman tapi tidak menemukan apa pun.

Pihak berwenang tidak merilis nama tersangka penembakan, tapi petugas menangkapnya beberapa menit setelah tiba di sekolah untuk merespons laporan 911 ketika serangan terjadi sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Ia mengatakan polisi menangkap tersangka saat keluar dari kamar mandi dengan senjata dan tujuh peluru di dalamnya. "Saya yakin mereka menyelamatkan nyawa dengan menjatuhkan tersangka dengan senjata api dengan peluru masih di dalam gedung," kata Bouchard.

McCabe mengatakan orang tua tersangka mengunjungi putra mereka di tahanan dan menyarankannya untuk tidak berbicara dengan penyidi. Tersangka memiliki hak untuk itu. Polisi harus meminta izin dari orang tua atau wali bila tersangkanya di bawah umur.  

Dalam pernyataannya jaksa Oakland County Karen McDonald berharap dapat segera mengajukan dakwaan. Tersangka diketahui tidak pernah memiliki masalah dengan polisi sebelumnya dan ia juga tidak yakin tersangka bermasalah di sekolah.

"Itu bagian dari penyelidikan kami untuk menentukan apa yang terjadi sebelum peristiwa ini terjadi dan bila ada tanda-tanda bagaimana itu bisa terlewat dan bagaimana," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement