Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Pedri, Si Anak Emas yang Jadi Tumpuan Barca

Selasa 30 Nov 2021 21:14 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Muhammad Akbar

Pedri memegang trofi Kopa Ballon dOr 2021 untuk pemain muda terbaik tahun ini dalam upacara Bola Emas ke-65 di Theatre du Chatelet, di Paris, Selasa (30/11) dini hari WIB.

Pedri memegang trofi Kopa Ballon dOr 2021 untuk pemain muda terbaik tahun ini dalam upacara Bola Emas ke-65 di Theatre du Chatelet, di Paris, Selasa (30/11) dini hari WIB.

Foto: AP/Christophe Ena
Pedri meraih suara terbanyak dalam pemilihan pemain di bawah usia 21 tahun terbaik

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS --Pedri terpilih sebagai pemain muda terbaik atau Trofi Kopa dalam ajang penghargaan Ballon d'Or.

Pemain berusia 19 tahun itu memang sangat menonjol musim lalu, baik penampilannya sebagai pemain Barcelona, hingga untuk Spanyol di Euro 2020. Pedri mendapatkan suara terbanyak dalam pemilihan pemain di bawah usia 21 tahun terbaik.

Baca Juga

Pemain yang kerap disebut bocah ajaib itu unggul dari Mason Greenwood, Bukayo Saka, Jeremy Doku, Ryan Gravenberch, Jamal Musala, Florian Wirtz, Jude Bellingham, Giovanni Reyna dan Nuno Mendes.

''Saya ingin berterima kasih kepada Barcelona, tim nasional, rekan satu tim saya, dan mendedikasikan penghargaan untuk keluarga saya yang selalu ada,'' kata Pedri, dikutip dari Marca, Selasa (30/11).

Namun Trofi Kopa bukan yang pertama diraih Pedri. Dua pekan lalu, ia terpilih sebagai pemenang penghargaan Golden Boy 2021, mengalahkan pemain Borussia Dortmund Jude Bellingham.

Pedri pun menjadi pemain pertama Barcelona sejak Lionel Messi pada 2005, yang memenangkan penghargaan pemain muda terbaik di Eropa. Dalam persaingan mendapatkan penghargaan Golden Boy 2021 ini, Pedri mengalahkan Joao Felix, Matthijs de Ligt dan Kylian Mbappe.

Bahkan, kemenangan Pedri dalam pemungutan suara mencatatkan sejarah dengan margin terbesar. Pemain internasional Spanyol itu mengumpulkan 318 poin dari pemilihan 40 jurnalis, 199 lebih banyak dari Bellingham di peringkat kedua.

Pedri memang menikmati tahun yang luar biasa. Bergabung ke Barca di usia 17 tahun dari Las Palmas musim panas 2020, ia langsung bisa menjadi pemain kunci di lini tengah klub Catalan.

Ia sudah membuat 52 penampilan di musim pertamanya di Camp Nou, memenangkan Copa del Rey dan memainkan peran penting saat Spanyol melaju sampai semifinal Euro 2020. Pedri juga ditunjuk sebagai pemain muda terbaik Euro, padahal baru membuat debut internasionalnya pada bulan Maret.

Sebulan setelah Euro, Pedri ikut tim nasional Spanyol U-23 untuk tampil di Olimpiade Tokyo. Spanyol saat itu mencapai final, namun kalah oleh Brasil. Cedera membuat perkembangannya terhambat musim ini.

Ia hanya tampil empat kali untuk Barca karena masalah pada pahanya dan masih akan absen dalam beberapa pekan ke depan. Bahkan Xavi Hernandez diprediksi tidak akan bisa memainkan Pedri sampai awal 2022.

Tapi harapan Barcelona akan Pedri masih sangat tinggi. Oktober lalu, Pedri menandatangani perpanjangan kontrak di Camp Nou hingga 2026. Xavi mengatakan Pedri terus mengalami perkembangan. Pedri, lanjut dia, membuat perbedaan untuk tim nasional dan juga Barcelona.

Xavi paham kalau Pedri saat ini sedang dalam situasi sulit, karena cedera yang dialaminya tidaklah mudah. Sampai saat ini, Xavi mengaku belum mendapatkan tanggal pasti kapan Pedri akan kembali merumput.

''Dia mengalami beberapa masalah. Tapi kami akan mencoba mendapatkan kembali sesegera mungkin karena dia adalah pemain kunci di tim ini,'' kata Xavi, dikutip dari Barcablaugranes.

Barcelona memang terlihat sangat bergantung dengan Pedri, yang telah bermain sebanyak 900 menit lebih di La Liga musim lalu. Ia berperan penting dalam memfasilitasi serangan Barcelona dan bertindak sebagai pengendali permainan.

Dikutip dari Theanalyst, Pedri merupakan pemain serbaguna dalam berbagai fase penguasaan bola. Saat Barca membangun serangan, dengan kecerdasannya, dia menjadi navigator kemana bola akan disalurkan dan menjaga kontinuitas Barcelona dalam menguasai bola.

Build-up play merupakan urutan permainan terbuka yang berisi 10 operan atau lebih, dan diakhiri dengan tembakan atau sentuhan di kotak penalti.

Pedri menempati urutan kedua di La Liga diantara gelandang yang bermain 900 menit, dalam hal keterlibatan build-up per 90 (3,8). Satu-satunya gelandang yang unggul darinya adalah rekan setimnya sendiri, Sergio Busquets (4,3).

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA