Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Pacu Kredit, Saatnya BPR Berkolaborasi dengan Fintech

Selasa 30 Nov 2021 15:25 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

BPR, ilustrasi

OJK mencatat kinerja BPR dan BPRS masih terjaga dan tumbuh positif pada tahun ini.

Heru menyebut industri BPR dan BPRS tetap resilience di dalam menghadapi pandemi Covid-19. Selain itu, berbagai aspek juga dilaporkan masih positif. 

“Beberapa indikator lain terkait ketahanan perbankan seperti rasio permodalan, rasio profitabilitas, hingga rasio likuiditas BPR dan BPRS juga menunjukkan kondisi yang sangat baik,” ucapnya.

Begitu pula kata Heru rasio kredit macet yang sangat terkendali baik jika dilihat dari non performing loan (NPL) bruto maupun neto yang masih dikelola dengan sangat hati-hati. "Kami melihat ketahanan permodalan BPR dan BPRS masih sekitar 23,86 persen dengan rasio pembiayaan terhadap simpanan yang cukup baik," ucapnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, dia mengungkapkan industri BPR dan BPRS masih melakukan konsolidasi, sehingga terus menurun jumlahnya. Hal tersebut menggambarkan penguatan permodalan telah meningkatkan kinerja kedua industri tersebut dalam melakukan aksi korporasi seperti konsolidasi.

Tercatat pada September 2021, capital adequacy ratio (CAR) tumbuh 32,01 persen dari sebelumnya 29,89 persen. Kemudian loan to deposit ratio (LDR) tumbuh 74,90 persen dari sebelumnya 75,44 persen.

Dari BPRS, indikator CAR turun 23,86 persen yang sebelumnya 28,60 persen per Desember 2021. Lalu, financing to deposit ratio (FDR) turun 105,20 persen dari sebelumnya 108,78 persen per Desember 2020.

Berikutnya pada risiko kredit, BPR mencatat rasio kredit macet (non-performing loan/NPL) secara gross dan net masing-masing sebesar 7,53 persen dan 5,02 persen pada September 2021. Sedangkan pada BPRS, rasio pembiayaan macet (non-performing financing/NPF) secara gross dan net masing-masing tercatat sebesar 7,94 persen dan 6,56 persen pada September 2021.

Industri BPR juga tercatat dari rasio profitabilitas dengan return on asset (ROA) dan pendapatan operasional (BOPO) masing-masing 1,76 persen dan 84,35 persen pada September 2021. Sedangkan kinerja BPRS masing-masing 1,84 persen dan 81,81 persen pada September 2021.

Sejak Januari sampai September 2021, jumlah BPR dan BPRS sebanyak 1.646, menurun dari tahun 2020 yang sebanyak 1.669 dan 2019 sebanyak 1.709.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA