Thursday, 25 Syawwal 1443 / 26 May 2022

Angka Stunting di Kabupaten Tangerang Menjadi 7,6 Persen

Selasa 30 Nov 2021 15:12 WIB

Rep: Eva Rianti/ Red: Hiru Muhammad

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengklaim angka stunting di Kabupaten Tangerang mengalami penurunan pada tahun ini. Data menunjukkan, pada 2021 angka stunting di wilayah tersebut sebesar 7,6 persen, turun 0,9 persen dari tahun sebelumnya sebesar 8,5 persen.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengklaim angka stunting di Kabupaten Tangerang mengalami penurunan pada tahun ini. Data menunjukkan, pada 2021 angka stunting di wilayah tersebut sebesar 7,6 persen, turun 0,9 persen dari tahun sebelumnya sebesar 8,5 persen.

Foto: istimewa
Upaya lain menurunkan angka stunting yakni tentunya dengan melakukan intervensi.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG--Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengklaim angka stunting di Kabupaten Tangerang mengalami penurunan pada tahun ini. Data menunjukkan, pada 2021 angka stunting di wilayah tersebut sebesar 7,6 persen, turun 0,9 persen dari tahun sebelumnya sebesar 8,5 persen. 

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Sri Indriyani mengatakan, penurunan angka stunting tersebut terjadi seiring dengan upaya pencegahan hingga penanganan yang dilakukan. Diantaranya, melakukan pemantauan status gizi balita melalui aplikasi pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat atau ePPGBM. 

Baca Juga

"Melalui aplikasi tersebut, kami mendapatkan data berapa jumlah balita yang bermasalah gizi per wilayah dengan melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran panjang atau tinggi badan balita oleh petugas kesehatan di puskesmas setiap bulan Februari dan Agustus," ujar Sri dalam keterangannya, dikutip Selasa (30/11). 

Sri menjelaskan, upaya lain menurunkan angka stunting yakni tentunya dengan melakukan intervensi. Berupa intervensi untuk 1.000 hari pertama kehidupan serta intervensi di luar kesehatan, seperti sanitasi, ketahanan pangan, dan ekonomi, sosial, serta budaya.

"Tidak hanya balita, kami juga berupaya mencegah stunting dalam intervensi  dengan memberikan tablet penambah darah pada remaja putri untuk mencegah anemia yang menjadi salah satu penyebab stunting," katanya. 

Tenaga Ahli Kebijama  Gizi Bappenas Andi Irfanji menanggapi angka stunting yang mengalami penurunan di Kabupaten Tangerang. Menurutnya, untuk penanganan kasus stunting harus berdasarkan evidence policy atau pengambilan kebijakan berbasis bukti untuk menentukan arah kebijakan program dari kegiatan yang dilakukan. 

"Terjadi penurunan yang cukup bagus di wilayah Kabupaten Tangerang, tentunya harus dibarengi dengan penajaman program dan kegiatan harus lebih terukur, bagaimana kebijakan-kebijakan program prioritas yang diusulkan perangkat daerah," kata dia. 

Andi menekankan pentingnya komitmen pemerintah daerah dan pemahaman mengenai stunting dalam penanganan kasus stunting. Koordinasi antar lintas sektor di pemerintahan setempat juga harus diperkuat untuk menekan angka stunting. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA