Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Ancaman Varian Omicron dan Optimisme Pemulihan Ekonomi

Selasa 30 Nov 2021 15:01 WIB

Rep: Novita Intan/Haura Hafizhah / Red: Agus Yulianto

Dunia Khawatirkan Varian Omicron

Dunia Khawatirkan Varian Omicron

Foto: Infografis Republika.co.id
Kewaspadaan akan mampu membawa ekonomi Indonesia ke dalam pertumbuhan 3,5-4 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah optimis pemulihan ekonomi dalam negeri akan terakselerasi. Hal ini seiring Indonesia telah berhasil melewati dua momen puncak kasus Covid-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, Indonesia mengalami dua momen puncak kasus Covid-19 yakni pada awal 2021 sebagai dampak libur Natal dan Tahun Baru 2020. Serta Juli sampai Agustus 2021, sebagai dampak kemunculan varian Delta.

“Keberhasilan Indonesia dalam melewati puncak kasus Covid-19 merupakan sebuah pencapaian tersendiri mengingat hingga kini masih terdapat beberapa negara yang berusaha keluar dari puncak kasus,” ujarnya saat webinar 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021, Selasa (30/11).

Namun, Sri Mulyani mewaspadai, pengaruh varian baru Covid-19 yaitu Omicron yang berasal dari Afrika Selatan terhadap pemulihan Indonesia. Hal ini mengingat telah mulai menyebar ke beberapa negara baik sejumlah negara barat maupun Asia. 

“Kami sangat waspada dan mencermati apa yang sedang terjadi berbagai belahan dunia termasuk meningkatnya kasus atau mutasi Omicron,” ucapnya.

Dia berharap, kewaspadaan pemerintah akan mampu membawa ekonomi Indonesia ke dalam pertumbuhan 3,5 persen sampai empat persen pada tahun ini. Sri Mulyani juga memastikan, kebijakan fiskal akan mendukung pemulihan ekonomi pada tahun depan karena masih adanya ketidakpastian pada perkembangan Covid-19.

Pemerintah Indonesia juga melaksanakan reformasi struktural. Hal ini, karena dinilai akan menciptakan pemulihan yang lebih cepat dengan pertumbuhan yang lebih baik dan berkelanjutan.

“Masih terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki seperti meningkatkan daya saing, kualitas sumber daya manusia (SDM) serta produktivitas dan inovasi. Segala upaya yang dilakukan pemerintah dalam penyederhanaan iklim investasi, birokratisasi yang mendalam serta penyederhanaan regulasi juga sangat-sangat-sangat relevan,” ucapnya. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA