Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Bukan Messi, Alves: Eriksen Lebih Layak Raih Ballon d’Or

Selasa 30 Nov 2021 08:23 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Paramedis menggunakan tandu untuk mengeluarkan Christian Eriksen dari lapangan setelah ia pingsan saat pertandingan Grup B kejuaraan sepak bola Euro 2020 antara Denmark dan Finlandia di Stadion Parken di Kopenhagen, Denmark, Sabtu (12/6).

Paramedis menggunakan tandu untuk mengeluarkan Christian Eriksen dari lapangan setelah ia pingsan saat pertandingan Grup B kejuaraan sepak bola Euro 2020 antara Denmark dan Finlandia di Stadion Parken di Kopenhagen, Denmark, Sabtu (12/6).

Foto: Friedemann Vogel/Pool via AP
Eriksen telah mengirim pesan pada dunia bahwa hidup lebih penting daripada sepakbola.

REPUBLIKA.CO.ID, KATALAN -- Mantan rekan Lionel Messi di Barcelona, Dani Alves, menilai penghargaan Ballon d’Or 2021 lebih layak diberikan kepada gelandang Denmark, Christian Eriksen. Eriksen kolaps saat membela timnas Denmark pada pertandingan pembuka Piala Eropa 2020 melawan Finlandia.

Pemain Inter Milan itu lalu dibawa ke rumah sakit karena menderita serangan jantung. Namun penghargaan bergengsi bagi pesepak bola, Ballon d'Or, jatuh kepada Messi sekaligus yang ketujuh kalinya.

Baca Juga

Alves juga merasa Messi memang kandidat besar peraih Ballon d’Or 2021.

“Dia telah (mendaftarkan) semua angka untuk membuatnya lain kali. Tapi, jujur saja, tahun ini bagi saya semua penghargaan individu seharusnya diserahkan kepada Eriksen karena kami harus mengirim pesan kepada dunia bahwa hidup lebih penting daripada sepak bola,” kata Alves dilansir dari Marca, Selasa (30/11).

Kasus yang menimpa Eriksen menunjukkan pesan kepada semua orang bahwa ada hal-hal yang lebih penting daripada olahraga, yakni keselamatan dan kesehatan. Eriksen kini masih dalam proses perawatan. Belum dapat dipastikan apakah karier Eriksen akan terus berlanjut atau justru berakhir.

Tubuh Eriksen harus dipasang Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD), sebuah perangkat elektronik kecil yang dapat mencegah serangan jantung fatal.

Eriksen memang sempat mengalami henti jantung. Nyawa Eriksen terselamatkan setelah diberikan pertolongan pertama menggunakan metode resusitasi jantung di lapangan. Jantungnya coba dihidupkan kembali dengan defibrilator sebelum dilarikan ke rumah sakit. Perlahan ia pun pulih ketika di rumah sakit.

"Setelah Christian menjalani pemeriksaan jantung yang berbeda, diputuskan bahwa dia harus menjalani ICD," kata dokter timnas Denmark, Morten Boesen, dilansir dari insideworldfootball.

Boesen menjelaskan alat tersebut dibutuhkan setelah Eriksen mengalami masalah pada jantungnya. Eriksen bersedia dipasang alat tersebut. Pemasangan alat itu juga direkomendasi oleh dokter nasional dan internasional.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA