Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Hasenhuettl Yakin Rangnick Langsung Berdampak pada MU

Selasa 30 Nov 2021 06:09 WIB

Red: Endro Yuwanto

Ralf Rangnick.

Ralf Rangnick.

Foto: EPA-EFE/ROBIN PARKER
Menurut Hasenhuettl, setengah tahun tak terlalu lama untuk membalikkan keadaan di MU.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Southampton Ralph Hasenhuettl yakin pelatih baru Manchester United (MU) Ralf Rangnick tak akan ragu membantu Iblis Merah dengan menyebut pelatih asal Jerman itu bisa memberikan dampak besar selama enam bulan ke depan. Man United menunjuk Rangnick sebagai pelatih sementara hingga akhir musim ini setelah memecat Ole Gunnar Solskjaer awal November.

Rangnick kemudian akan melanjutkan perannya bersama MU dengan menjadi konsultan selama dua tahun setelah kontrak pelatihnya selesai.

Baca Juga

"Saya mengenalnya dengan baik. Kami melewatkan dua tahun yang sukses di RB Leipzig. Dia direktur olahraga dan saya pelatih setelah dia mempromosikan tim itu di Bundesliga Jerman," kata Hasenhuettl kepada wartawan menjelang pertandingan melawan Leicester City, Rabu (1/12).

Hasenhuettl tahu betul seperti apa Rangnick dan bagaimana pelatih usia 63 tahun itu bekerja. "Dia pekerja keras. Dia membutuhkan tim yang sangat bagus di sekelilingnya dan pastinya dia kemudian tak akan ragu membuat perubahan di sana, karena dia tak ingin ada kelemahan di bagian mana pun dari klubnya."

Menurut Hasenhuettl, setengah tahun tak terlalu lama untuk membalikkan keadaan. "Tapi khususnya di awal, dia akan menciptakan dampak besar di klub tersebut. Saya sudah mengirimkan pesan guna mengucapkan selamat kepada dia, sudah menjadi mimpi bisa bisa berada di Liga Primer dan kini sudah menjadi kenyataan."

Southampton menempati urutan ke-15 dalam klasemen liga dengan 14 poin dari 13 pertandingan dan berusaha menghindari kekalahan liga ketiga berturut-turut setelah menyerah 1-2 kepada Norwich City dan kalah 0-4 dari Liverpool.

"Clean sheet yang kami miliki pada awal musim, dua pertandingan terakhir kami kebobolan terlalu mudah," kata Hasenhuettl menjelaskan. "Ini tombol reset yang harus ditekan. Untuk kembali ke apa yang telah membuat kami kuat saat tak terkalahkan dalam empat pertandingan, terutama pada pertandingan berikutnya."

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA