Thursday, 25 Syawwal 1443 / 26 May 2022

Selandia Baru Mulai Hidup Bersama Covid-19

Senin 29 Nov 2021 19:31 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

 Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern. Selandia Baru pekan ini memulai hidup bersama Covid-19 walau muncul varian Omicron. Ilustrasi.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern. Selandia Baru pekan ini memulai hidup bersama Covid-19 walau muncul varian Omicron. Ilustrasi.

Foto: AP/Mark Mitchell/Pool New Zealand Herald
Selandia Baru pekan ini memulai hidup bersama Covid-19 walau muncul varian Omicron

REPUBLIKA.CO.ID, WELLINGTON - Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan negaranya akan berpindah pada sistem 'hidup bersama Covid-19', Senin (29/11). Langkah ini dilakukan mulai akhir pekan ini meskipun varian Omicron menimbulkan ancaman kesehatan di banyak negara.

Sejauh ini tidak ada kasus varian Omicron yang ditemukan di Selandia Baru. Namun situasi global tengah berkembang dengan adanya varian baru tersebut yang mengakibatkan penutupan lagi perbatasan negara-negara. "Omicron adalah pengingat akan risiko yang masih ada di perbatasan kita," kata Ardern pada konferensi pers.

Baca Juga

Selandia Baru memiliki beberapa kendali perbatasan terberat di dunia. Negara tersebut berencana untuk menutup perbatasan bagi sebagian besar pelancong internasional selama lima bulan ke depan.

Keputusan ini juga memperkenalkan langkah-langkah perbatasan baru untuk pelancong dari sembilan negara Afrika selatan pada akhir pekan. PM Ardern mengumumkan hanya warga negara dari negara-negara ini yang dapat melakukan perjalanan ke Selandia Baru dan harus tinggal di karantina negara selama 14 hari.

Ardern mengatakan masih banyak bukti yang perlu dikumpulkan untuk mengetahui dampak varian Omicron. "Ini mungkin berdampak pada vaksin kami, tetapi mungkin tidak. Mungkin lebih parah atau mungkin lebih ringan daripada Delta, kami tidak tahu," jelasnya.

Direktur Jenderal Kesehatan Ashley Bloomfield menjelaskan pihak berwenang masih mengamati apakah lebih banyak yang perlu dilakukan di perbatasan untuk menghindari Omicron atau tidak. "Ini benar-benar hanya ingin mencegahnya (Omicron) sementara kami mempelajari lebih lanjut tentangnya," kata Bloomfield kepada wartawan pada konferensi pers.

Selandia Baru beralih ke sistem "lampu lalu lintas" baru mulai Jumat yang menilai wilayah sebagai merah, oranye, atau hijau tergantung pada tingkat keterpaparan mereka terhadap Covid-19 dan hingga tingkat vaksinasi. Auckland, pusat wabah Delta di negara itu, akan dimulai dari merah.

Sinyal itu berarti semua orang wajib memakai masker dan pertemuan di tempat-tempat umum dibatasi. Selandia Baru sejauh ini memiliki sekitar 11 ribu kasus dan 43 kematian terkait sejak pandemi 2020.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA