Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Politisi Golkar Minta Habib Bahar Santun Berdakwah

Selasa 30 Nov 2021 00:48 WIB

Red: Agus Yulianto

Habib Bahar bin Smith (tengah).

Habib Bahar bin Smith (tengah).

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Tidak pantas bila penceramah menciptakan keresahan dengan kata-kata agitasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politisi senior Partai Golkar Azis Samual meminta, Habib Bahar bin Smith agar tidak arogan dan bersikap santun dalam berdakwah. Hal itu karena bisa mengganggu ketenteraman di tengah masyarakat.

"Janganlah seorang pendakwah apalagi menyandang gelar habib bersikap arogan dan memakai kata ancaman," kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (29/11).

Pernyataan itu, dia sampaikan usai video Habib Bahar bin Smith yang beredar di masyarakat menyinggung soal kematian enam laskar FPI (organisasi masyarakat yang telah dibubarkan pemerintah) dan penahanan Habib Rizieq Shihab dengan kalimat-kalimat mengarah pada ancaman. 

Dalam video itu, Habib Bahar yang baru saja keluar dari penjara mengatakan akan mencari sosok pengkhianat Habib Rizieq. Bahkan, dia tidak peduli apakah itu ulama, habaib atau sekalipun anak wali. 

Menurut Azis, Indonesia membutuhkan situasi damai dalam kehidupan sosial terutama dalam hal keagamaan. Oleh karena itu, tidak pantas bila seorang penceramah justru menciptakan keresahan dengan kata-kata agitasi dan provokasi. Sebab, hal tersebut bisa memicu perpecahan baik di kalangan umat Islam maupun masyarakat pada umumnya.

"Ini negara hukum, tidak seorang pun yang boleh mengganggu ketertiban umum," ujarnya.

Menurutnya, apa yang dilontarkan oleh Habib Bahar sudah tergolong sebagai provokator dan mengganggu ketertiban umum. Oleh karena itu, aparat penegak hukum diminta mengambil tindakan yang terukur agar mencegah terjadinya situasi yang tidak diinginkan.

Seharusnya, kata dia lagi, seorang ulama, pendakwah atau yang bergelar habib menyampaikan ceramah dengan santun. Kata-kata yang indah akan menciptakan kedamaian bagi jamaah dan masyarakat pada umumnya. Dia mencontohkan, cara berdakwah yang dilakukan oleh Habib Luthfi bin Yahya patut dicontoh, karena dikenal santun dalam menyampaikan ceramah kepada masyarakat luas.

Terakhir, dia menilai, seharusnya Habib Bahar semakin bijak setelah melewati masa hukuman. Namun, yang terjadi tetap saja arogan dan jauh dari karakter pendakwah yang seharusnya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA