Thursday, 24 Jumadil Akhir 1443 / 27 January 2022

Thursday, 24 Jumadil Akhir 1443 / 27 January 2022

Ini Dampak Ekonomi Gelaran WSBK di Mandalika

Senin 29 Nov 2021 18:42 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Fuji Pratiwi

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno (tengah). Sandiaga memaparkan dampak ekonomi penyelenggaran WSBK 2021 di Mandalika, NTB.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno (tengah). Sandiaga memaparkan dampak ekonomi penyelenggaran WSBK 2021 di Mandalika, NTB.

Foto: ANTARA/Jes
Hampir 1.500 orang terutama dari enam desa penyangga direkrut bekerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ajang balap motor internasional, World Superbike (WSBK), yang digelar di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 19-21 November lalu tercatat memberikan kontribusi signifikan terhadap kegiatan ekonomi daerah setempat.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan, ada enam desa penyangga Mandalika yang mendapatkan manfaat langsung dari agenda tersebut. Pelaksanaan WSBK dan Asian Talent Cup di Mandalika telah merekrut hampir 1.500 pekerja terutama terhadap penduduk di enam desa penyangga.

Baca Juga

"Mereka menjadi marshal, tenaga tim penanganan Covid-19, dokumentasi, penjaga tiket, sampai pengelolaan sampah," kata Sandiaga dalam konferensi pers, Senin (29/11).

Sandiaga menyampaikan, akibat banyaknya wisatawan yang datang ke Mandalika, usaha penyewaan jasa transportasi mengalami peningkatan omzet. Dari semula hanya sekitar Rp 10 juta sampai Rp 15 juta per bulan, pada November ini rata-rata mencapai hampir Rp 70 juta.

Padahal, puncak kunjungan itu hanya terjadi selang beberapa hari yakni mulai 17 November hingga 23 November. Adapun dari sisi okupansi hotel, tercatat sempat menyentuh angka 95 persen dari biasanya maksimal 15 persen.

"Yang paling membahagiakan, homestay di desa-desa wisata yang kita bangun itu penuh kunjungan dari para penggemar WSBK maupun wisatawan," kata dia.

Sementara itu bagi pemerintah daerah, tercatat mengantongi tambahan sekitar 15 persen pajak hiburan, 15 persen pajak restoran, serta 30 persen pajak parkir.

Adapun di Bandara Internasional Lombok, penumpang yang datang selama 17-23 November ada sekitar 5.700 orang per hari, naik 50 persen dibandingkan hari-hari biasa sepanjang November. Lalu lintas maskapai naik 43 persen dari rata-rata harian 37 pesawat per hari menjadi 53 pesawan per hari.

"Catatan ini akan kita bawa sebagai bahan evaluasi dan persiapan MotoGP tahun depan," kata Sandiaga.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA