Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Omicron, Arab Saudi Tutup 14 Penerbangan Negara Afrika

Senin 29 Nov 2021 17:19 WIB

Rep: Haura Hafizhah/Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

Omicron, Arab Saudi Tutup 14 Penerbangan Negara Afrika. Petugas mengukur suhu penumpang di Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi.

Omicron, Arab Saudi Tutup 14 Penerbangan Negara Afrika. Petugas mengukur suhu penumpang di Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi.

Foto: Al Arabiya
Arab Saudi mengaku sampai saat ini belum ada kasus Omicron.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Haura Hafizhah, Mabruroh

JAKARTA -- Pemerintah Arab Saudi menutup penerbangan dari 14 negara di Afrika karena merebaknya jenis virus corona yang baru ditemukan, yaitu Omicron. Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengaku sampai saat ini belum ada kasus Omicron di Arab Saudi.

Baca Juga

"Negara-negara tersebut adalah Malawi, Zambia, Madagaskar, Angola, Seychelles, Mauritius, Komoro, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Mozambik, Lesotho dan Eswatini karena kekhawatiran atas varian tersebut. Ini menjadikan jumlah total negara Afrika yang dilarang menjadi 14 negara," kata Pemerintah Arab Saudi dikutip dari Arab News, Senin (29/11).

Ekspatriat akan ditolak masuk jika mereka telah berada di salah satu negara yang terdaftar dalam 14 hari terakhir sebelum kedatangan di Arab Saudi. Warga negara dan ekspatriat yang diizinkan masuk akan diminta karantina selama lima hari termasuk mereka yang telah divaksinasi.

Kementerian Dalam Negeri meminta mereka yang memasuki Arab Saudi setelah bepergian ke daftar negara terlarang untuk mengikuti tes PCR. Varian Covid-19 baru Omicron memiliki lebih banyak mutasi daripada varian Delta. Varian baru ini awalnya terdeteksi di Afrika Selatan.  Sehingga semua negara harus berhati-hari dengan virus ini.

"Kami dapat dengan jelas melihat varian Omicron menghadirkan lebih banyak mutasi daripada varian Delta, yang terkonsentrasi di atas semuanya dalam satu area protein yang berinteraksi dengan sel manusia", kata Profesor Mikrobiologi Klinis di Milan State Universitas dan Seorang peneliti di Bambino Gesu Claudia Alteri dikutip dari NDTV, Senin (29/11).

 

 

photo
Penumpang yang mengenakan alat pelindung tiba di Bandara Internasional Incheon, di Incheon, Korea Selatan, 29 November 2021, karena otoritas kesehatan telah memberlakukan larangan masuk bagi kedatangan asing dari delapan negara Afrika, termasuk Afrika Selatan, untuk memblokir masuknya COVID-19 baru varian omicron - (EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA