Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Varian Baru Omicron Kian Menyebar ke Banyak Negara

Senin 29 Nov 2021 12:29 WIB

Red: Nora Azizah

Banyak negara mulai memberlakukan larangan perjalanan terkait penyebaran omicron.

Foto:
Banyak negara mulai memberlakukan larangan perjalanan terkait penyebaran omicron.

Pakar utama Amerika Serikat soal penyakit menular, Dr. Anthony Fauci, pada Ahad, mengatakan kepada Presiden Joe Biden bahwa akan diperlukan waktu selama dua pekan untuk mendapatkan informasi pasti soal penularan dan karakteristik Omicron. Kantor presiden AS itu juga menyebutkan bahwa Fauci meyakini bahwa vaksin-vaksin yang ada saat ini kemungkinan bisa melindungi kasus-kasus parah COVID.

Di Inggris, pemerintah telah mengumumkan sejumlah langkah, termasuk aturan pengujian yang ketat bagi orang-orang yang tiba di negara tersebut. Pemerintah juga mewajibkan penggunaan masker di beberapa jenis lokasi. Makin banyak negara, termasuk Indonesia dan Arab Saudi, yang pada Ahad mengumumkan pemberlakuan larangan perjalanan pada negara-negara Afrika.

Afrika Selatan mengecam larangan tersebut dengan menyebutnya tidak adil dan kemungkinan bisa merusak ekonominya. Afsel mengatakan merasa dihukum justru saat menunjukkan kemampuan keilmuannya dalam mengidentifikasi varian-varian virus corona lebih dini.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, mengatakan, pemerintahnya sedang mempertimbangkan untuk menerapkan kewajiban vaksinasi COVID-19 pada warga di tempat-tempat dan dengan kegiatan tertentu. Ramaphosa mengecam negara-negara Barat yang kaya atas larangan perjalanan yang mereka terapkan.

"Larangan perjalanan itu tidak berdasarkan prinsip keilmuan, juga tidak akan efektif dalam menghindarkan penyebaran varian ini," katanya.

"Satu-satunya adalah hanya akan semakin merusak ekonomi negara-negara yang terdampak dan mengecilkan kemampuan mereka untuk menangani pandemi," tambahnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA