Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Ketua IMI Minta Formula E Tetap Digelar

Ahad 28 Nov 2021 22:52 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bayu Hermawan

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo memberikan pemaparan saat konferensi pers terkait kesiapan perhelatan Jakarta E-Prix 2022 di Jakarta, Rabu (24/11/2021). Dalam konferensi pers tersebut disebutkan ada lima alternatif pilihan lintasan balap Formula E 2022 di Jakarta yakni di kawasan Sudirman, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Internasional Stadium (JIS), JIEXPO Kemayoran dan Ancol.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo memberikan pemaparan saat konferensi pers terkait kesiapan perhelatan Jakarta E-Prix 2022 di Jakarta, Rabu (24/11/2021). Dalam konferensi pers tersebut disebutkan ada lima alternatif pilihan lintasan balap Formula E 2022 di Jakarta yakni di kawasan Sudirman, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Internasional Stadium (JIS), JIEXPO Kemayoran dan Ancol.

Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Bamsoet persilakan KPK usut penyimpangan pelaksanaan Formula E.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo (Bamsoet), menanggapi soal adanya dugaan penyimpangan terkait tingginya biaya royalti penyelenggaraan Formula E yang dibayarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut jika ditemui adanya dugaan kasus hukum. 

"KPK silakan teruskan, proses, temukan, hukum, kalau ada ditemukan bukti-bukti yang cukup dan kuat adanya penyimpangan, penyalahgunaan jabatan dan kerugian negara," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad (28/11).

Baca Juga

Namun demikian, ia mendorong agar perhelatan Formula E tetap digelar. Sebab menurutnya kegiatan olahraga harus dipisahkan dengan perbuatan pidana.

"Kita harus belajar antara perbuatan pidana dengan kegiatan olahraga harus dipisah, jadi jangan dipukul rata, bahwa ada pihak-pihak atau orang nanti terbukti menyalahgunakan jabatan menimbulkan kerugian negara silakan diproses," ujarnya. 

Selain itu, ia menyebut alasan lain Formula E tetap harus digelar lantaran kelebihan pembayaran yang sudah dibayarkan oleh DKI Jakarta tidak akan bisa kembali. Karena itu perhelatan Formula E harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

"Kita harus memanfaatkan apa yang sudah kita bayarkan ini di luar urusan hukumnya harus bermanfaat bagi kepentingan rakyat kita," ungkapnya.

Berkaca dari penyelenggaraan World Superbike di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu, Bamsoet mengatakan penyelenggaran balap internasional terbukti mampu memberikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen. Tidak hanya Lombok, Bali juga ikut menerima dampak positif penyelenggaraan WSBK.

"Hotel-hotel penuh, penerbangan penuh, restoran penuh, rumah-rumah penduduk banyak yang ditinggali oleh para turis, kemudian UKMK juga tumbuh dari penjualan merchandise souvenir-souvenir jadi harus dilihat dari sisi itu," tuturnya. 

"Sehingga di Formula E ini kita selamatkan dari sisi ekonominya, dari sisi manfaatnya bahwa ada proses-proses yang harus diselesaikan secara hukum silakan diselesaikan gitu lho," imbuhnya.  

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA