Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Satgas: Positif Covid-19 Bertambah 264, Tertinggi di Jakarta

Ahad 28 Nov 2021 18:03 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Agus raharjo

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro melakukan sesi wawancara khusus dengan LKBN Antara di Wisma Antara, Jakarta, Selasa (8/6/2021).

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro melakukan sesi wawancara khusus dengan LKBN Antara di Wisma Antara, Jakarta, Selasa (8/6/2021).

Foto: ANTARA/Galih Pradipta
Total terkonfirmasi Covid-19 secara nasional menjadi 4.255.936 kasus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan jumlah kasus harian terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah 264 kasus pada Ahad (28/11). Dilansir dari laman Satgas Penanganan Covid-19, kasus tertinggi berada di Provinsi DKI Jakarta sebanyak 51 kasus.

Kasus tertinggi berikutnya di Jawa Tengah 33 kasus, Jawa Timur 32 kasus, Riau 26 kasus, serta Jawa Barat 25 kasus. Angka tersebut berkontribusi pada total terkonfirmasi positif Covid-19 secara nasional menjadi 4.255.936 kasus.

Baca Juga

SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 juga mengakibatkan penambahan pada kematian harian satu jiwa di Provinsi Lampung, menjadikan total angka kematian di Tanah Air sebanyak 143.808 jiwa. Jumlah pasien yang sembuh dilaporkan terus meningkat sebanyak 275 orang sehingga saat ini jumlah keseluruhan pasien yang sembuh berjumlah 4.103.914 orang.

Pasien sembuh dilaporkan berasal dari Sulawesi Selatan 55 pasien, DKI Jakarta 52 pasien, Jawa Barat sebanyak 28 pasien, Jawa Timur 27 dan Jawa Tengah 26 pasien. Satgas Covid-19 menyebutkan bahwa jumlah kasus aktif di Indonesia mengalami penurunan.

Tercatat total kasus aktif di seluruh Indonesia tersisa 8.214 kasus setelah turun sebanyak 12 kasus. Sebanyak 244.999 spesimen dari beragam tes Covid-19 telah diperiksa, sedangkan 3.983 orang telah masuk ke dalam kategori suspek.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro menyampaikan, vaksinasi mampu menekan angka kematian dan menurunkan angka perawatan pasien di rumah sakit. Saat ini, pemerintah tengah mengejar target capaian vaksinasi sebesar 70 persen hingga akhir tahun nanti.

“Ingat vaksin dapat menekan angka kematian dan perawatan rumah sakit hingga turun drastis sejak dilakukannya vaksinasi secara gencar di seluruh dunia,” kata Reisa.

Menurut Reisa, cakupan vaksinasi dosis lengkap di Indonesia hingga kini baru mencapai 44,7 persen, dari 208 juta sasaran vaksinasi. Sementara vaksin Covid-19 yang sudah diterima Indonesia telah mencapai hampir 360 juta dan masih akan terus berdatangan.

“Maka, segera divaksin bagi yang belum dan lengkapi bagi mereka yang baru menerima satu dosis. Pastikan cakupan vaksinasi pada lansia tinggi, terutama di semua provinsi dan kabupaten yang masih rendah,” ujarnya.

Selain mendorong masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi, Reisa juga mengimbau masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Upaya ini dapat mencegah penularan Covid-19 apalagi selama periode libur Natal dan tahun baru.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA