Senin 29 Nov 2021 00:17 WIB

Arya: Ahok Harus Ikuti Perkembangan Transformasi BUMN

Arya menilai Ahok harus mengetahui batasan posisinya yang sebagai komut.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Indira Rezkisari
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama
Foto: Pertamina
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan apa yang disampaikan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok soal situasi BUMN bukan hal yang baru. Arya menyebut pernyataan Ahok sudah sejak lama disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir sejak awal menjabat.

"Apa yang diomongkan Pak Ahok sudah lama diomongkan Pak Erick, mulai dari urusan bahwa jangan sampai proyek-proyek itu jadi bancakan korupsi, dan juga kalau ada kerja sama BUMN itu harus win-win solution, tidak boleh ada yang dirugikan, itu semua sudah dibicarakan Pak Erick jauh-jauh hari," ujar Arya di Jakarta, Ahad (28/11).

Baca Juga

Arya menyampaikan Kementerian BUMN telah memiliki lima transformasi yang seharusnya diketahui Ahok sebagai Komut Pertamina. Arya mengaku bingung jika Ahok tidak memahami lima transformasi BUMN yang seharusnya itu menjadi acuan dalam penerapan transformasi di Pertamina.

"Sebagai komut, beliau seharusnya membicarakan itu juga di sesama dewan komisaris. Jangan sampai Pak Ahok di Pertamina jadi komisaris rasa direksi, komut rasa dirut, itu jangan," ucap Arya.

Arya menilai Ahok harus mengetahui batasan posisinya yang sebagai komut. Arya berharap Ahok ke depan semakin banyak belajar dengan apa yang sedang dilakukan BUMN. "Jangan sampai Pak Ahok ketinggalan kereta, masak Pak Ahok sebagai komut ketinggalan kereta," ungkap Arya.

Arya menilai Ahok seharusnya mengikuti perkembangan yang sedang dilakukan BUMN jika memang yang dilakukan bertujuan untuk membenahi Pertamina. Arya menyebut apa yang disampaikan Ahok terkesan bahwa Ahok tidak mengikuti perkembangan di BUMN.

"Seperti kasus-kasus, berapa banyak direksi sudah kita laporkan. Direksi Asabri dan BUMN lain kita laporkan, bahkan bisa lihat dihukum seumur hidup, belum pernah ada sejarah seperti itu," lanjut Arya.

Kata Arya, Kementerian BUMN telah melakukan sejumlah langkah dalam mendorong penegakan hukum. "Pak Ahok tidak mengikuti perkembangan BUMN tapi banyak bicara tentang BUMN, harusnya Pak Ahok lihat-lihat lah perkembangan BUMN, apalagi beliau komut di Pertamina," kata Arya menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement