Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Mahasiswa UIN Edukasi Remaja tentang Toleransi Lewat Gim OMG

Ahad 28 Nov 2021 10:35 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Friska Yolandha

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Prof Syaifuddin Zuhri Purwokerto memamerkan aplikasi Our Moderate Game (OMG) di stan Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) yang digelar Kementerian Agama di UIN Ar Raniry, Banda Aceh, Sabtu (27/11). 

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Prof Syaifuddin Zuhri Purwokerto memamerkan aplikasi Our Moderate Game (OMG) di stan Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) yang digelar Kementerian Agama di UIN Ar Raniry, Banda Aceh, Sabtu (27/11). 

Foto: Republika/Muhyiddin
Ide pembuatan gim OMG berawal dari maraknya intoleransi di kalangan remaja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiga Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Prof Syaifuddin Zuhri Purwokerto memamerkan aplikasi gim Our Moderate Game (OMG) di stan Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) 2021 yang digelar di UIN Ar Raniry, Banda Aceh, Sabtu (27/11). Gim ini diciptakan untuk mengedukasi kalangan ramaja tentang toleransi umat beragama. 

Gim ini merupakan hasil karya dari mahasiswi jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakuktas Dakwah, Zahrotun Nurur Ramadani. Ia membuat gim ini bersama dua rekannya dari jurusan Bimbingan Konseling Islam Fakuktas Dakwah, yaitu Diah Ayu Harumbina dan Adhitya Ridwan Budhi Prasetyo.

Baca Juga

Diah Ayu menjelaskan, pembuatan gim ini berawal dari maraknya kasus intoleransi di daerah asalnya di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Saat itu, dia melihat adanya potensi intoleransi di kalangan remaja, sehingga dia bersama dua temannya berupaya untuk menumbuhkan sikap toleransi. 

"Jadi, kita akhirnya membuat gim OMG ini supaya bisa memberikan edukasi mengenai toleransi beragama pada remaja itu sendiri," ujar Diah saat ditemui di stan OASE 2021 di UIN Ar Raniry, Banda Aceh, Sabtu (27/11). 

Sementara itu, Zahrotun Nurur Ramadani menjelaskan bahwa remaja yang memainkan gim OMG akan diajak untuk berkeliling ke 34 provinsi di Indonesia. Cara bermainnya, kata dia, pemain akan ditantang untuk menyelesaikan misi petualangan mencari 34 harta karun di masing-masing provinsi.

Menurut dia, dalam gim OMG ini para pemain juga akan diiringi dengan musik yang sesuai dengan lagu khas daerahnya di masing-masing provinsi. "Gim ini adalah gim petualangan ke 34 provinsi di Indonesia. Jadi, gim ini basicnya virtual Journey dua dimensi," ucapnya. 

Dalam aplikasi OMG ini tersedia empat fitur. Pertama adalah fitur tokoh yang menyediakan beberapa karakter. Kedua, fitur buku yang bisa memberikan edukasi kepada para pemainnya. "Jadi kita bisa mengakses tentang materi-materi tentang toleransi beragama di sini," katanya. 

Fitur yang ketiga adalah informasi tentang enam agama yang ada di Indonesia, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghuchu. Sedangkan fitur yang keempat adalah gim petualangannya sendiri, yang hampir mirip seperti konsep gim mario bros. 

"Jadi nanti pemainnya itu bakal dihadapi dengan rintangan yang bertemu dengan tokoh beda agama. Setelah bertemu, nanti akan muncul kotak dialog di mana sikap kita terhadap orang yang berbeda agama tersebut," ujar Zahrotun. 

"Jadi kita ngasih stimulusnya lewat gim ini," imbuhnya. 

Misalnya, ketika pemain bertemu dengan orang Kristen di dalam gim ini, maka akan dimunculkan sebuah dialog, "Kamu bertemu dengan orang yang beragama Kristen, yang mana dia menanyakan alamat sauadaranya, apa yang akan lakukan?" 

Untuk menjawab hal itu, para pemain kemudian akan diberikan tiga opsi jawabana. Opsi pertama, mengalihkan pandangan dan tidak berbicara. Kedua, menjawab namun dengan intonasi marah. Ketiga, menjawab dengan sopan, jujur, dan sepenuh hati.

"Jadi, kalau jawabannya benar dia bisa melanjutkan permainannya sampai garis finish dan akan mendapatkan harta karun serta pesan moral dari perulangannya.Tapi kalau kalah, maka nyawa player yang tersedia akan berkurang dan mulai lagi dari titik awal permainan," jelas Zuhrotun.

Tiga mahasiswa UIN Purwokerto ini membuat gim OMG secara otodidak. Sedangkan konten-kontennya sendiri dikaji melalui jurnal-jurnal. Namun, sayangnya gim ini belum dapat ditemukan di Play Store. Para pengunjung yang mendatangi stan mereka hanya bisa mengunduhnya melalui barcode yang telah disediakan.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA