Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Satgas: Pengetatan Libur Tahun Baru untuk Jaga Bali

Sabtu 27 Nov 2021 17:40 WIB

Red: Ilham Tirta

Dewa Made Indra (kiri).

Dewa Made Indra (kiri).

Foto: Antara/Fikri Yusuf
Bali memiliki dua agenda internasional yang tak boleh diganggu oleh kenaikan kasus.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Bali, Dewa Made Indra menyatakan, pengetatan kegiatan libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 yang dituangkan melalui Instruksi Mendagri menjadi upaya menjaga Bali. Sebab, ada pertemuan internasional di Bali pada 2022 dan jangan sampai itu terganggu.

"Kita harus melihatnya (pembatasan liburan) dari perspektif yang positif," kata Dewa Indra yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Bali itu di Denpasar, Sabtu (27/11).

Baca Juga

Menurut dia, maksud dari pembatasan kegiatan tersebut untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi peningkatan kasus Covid-19 saat libur Nataru. Sebab, sudah diprediksi pada akhir tahun akan terjadi peningkatan kunjungan ke Bali. "Ini tentu bagus," kata dia.

Namun, ujar Dewa, peningkatan kunjungan ke Pulau Dewata jangan sampai menimbulkan lonjakan kasus Covid-19 yang kondisinya saat ini sudah melandai. Hingga Jumat (26/11), kasus aktif Covid-19 di Bali sebanyak 168 orang.

Sedangkan penambahan kasus harian dalam beberapa pekan terakhir rata-rata di angka satu digit dan ketika meningkat tidak sampai 20 orang. "Kalau kasus Covid-19 naik lagi, ini bisa mengubah sejumlah rencana pertemuan internasional di 2022. Kalau itu yang terjadi, harapan untuk menggerakkan ekonomi naik pada 2022 bisa tidak tercapai," katanya.

Dewa mengemukakan, ada dua agenda internasional yang berskala besar akan dihelat di Bali, yakni KTT G20 dan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR). KTT G20 akan dihadiri oleh para pemimpin dunia, sementara GPDRR yang dilaksanakan oleh PBB dihadiri oleh ratusan negara, pesertanya belasan ribu.

"Itu tidak boleh terganggu karena kenaikan kasus Covid-19," ujarnya. Karena itu, kata dia, silakan masyarakat untuk berlibur ke Bali, namun tetap dengan protokol kesehatan yang ketat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA