Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Pemkab Mimika Imbau Gereja Terapkan Prokes Selama Natal

Sabtu 27 Nov 2021 17:02 WIB

Red: Ilham Tirta

Ibadah Natah di Gereja (ilustrasi).

Ibadah Natah di Gereja (ilustrasi).

Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Pemkab menyoroti kegiatan Natal bersama yang biasa dilakukan selama Desember.

REPUBLIKA.CO.ID, MIMIKA -- Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua meminta gereja-gereja di wilayah itu agar tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) selama penyelenggaraan ibadah Natal dan Tahun Baru 2022. Imbauan itu terkait penerapan PPKM Level 3 untuk mencegah melonjaknya kembali kasus Covid-19 saat libur Nataru.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, sesuai Instruksi Mendagri Nomor 62 Tahun 2021 yang mengatur PPKM Level 3 mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022, maka kegiatan di tempat publik, termasuk peribadatan hanya diperkenankan dihadiri langsung oleh 50 persen dari kapasitas yang tersedia. Penerapan PPKM Level 3 untuk membatasi pergerakan orang selama liburan Nataru sehingga orang tidak berkerumun yang bisa menyebabkan penularan Covid-19.

Baca Juga

"Sudah tentu pasti akan diikuti dengan aturan-aturan untuk melakukan pengetatan dan pembatasan aktivitas warga," ujar John di Timika, Sabtu (27/11).

Menurut John, selama bulan Desember hingga Januari, biasanya warga banyak menggelar kegiatan ibadah 'Natal bersama' kelompok kerukunan keluarga, paguyuban, dan berbagai komunitas lainnya. Ia berharap kegiatan tersebut tetap mengedepankan jaga jarak, menggunakan masker, menyediakan tempat cuci tangan, dan menghindari kerumunan. Begitu juga kegiatan ibadah di gereja.

John menyebut, jumlah kasus Covid-19 di Mimika mengalami penurunan drastis dibanding periode Juni hingga September lalu. Saat ini, temuan kasus baru Covid-19 di Mimika  hanya satu kasus, dengan jumlah pasien aktif yang masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 13 orang.

"Kasus Covid-19 di Mimika sudah jauh menurun. Tapi yang disayangkan, warga yang datang ke gerai-gerai vaksin juga sangat sedikit. Kalau dulu sebelum PON sehari bisa mencapai 3.000 orang, sekarang paling sekitar 100 sampai 200 orang. Bahkan, Dinkes sudah membuka gerai vaksin di Pasar Sentral Timika, itupun orang yang datang untuk divaksin sangat sedikit," ujarnya.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA