Sunday, 20 Jumadil Akhir 1443 / 23 January 2022

Garuda-Singapore Airlines Perkuat Kerja sama Komersial

Sabtu 27 Nov 2021 02:02 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha

Pesawat Garuda Indonesia.

Pesawat Garuda Indonesia.

Foto: Reuters/Willy Kurniawan
Kedua maskapai berkomitmen mengoptimalkan peluang pertumbuhan segmen angkutan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maskapai nasional  Garuda Indonesia dan Singapore Airlines (SIA) memperkuat hubungan baik yang telah terjalin selama ini dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang memungkinkan kedua maskapai untuk mengeksplorasi kemitraan komersial yang luas dan menawarkan penumpang berbagai added value melalui berbagai opsi tambahan serta pengalaman perjalanan yang semakin seamless.

Penandatanganan tersebut dilaksanakan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, dan Chief Executive Officer Singapore Airlines, Goh Choon Phong pada Jumat (26/11), sekaligus bertepatan dengan momentum implementasi kebijakan peraturan bebas karantina Vaccinated Travel Lane (VTL/Jalur Perjalanan Vaksinasi) antara Indonesia dan Singapura yang akan diberlakukan mulai 29 November 2021 mendatang.

Baca Juga

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan Garuda Indonesia dan Singapore Airlines sepakat untuk mengoptimalkan potensi penyelarasan program frequent flyer, kegiatan pemasaran bersama, dan inisiatif untuk mempromosikan pariwisata di Indonesia. 

"Kedua maskapai juga berkomitmen mengoptimalkan peluang pertumbuhan baru di segmen angkutan udara, serta kerja sama dalam kegiatan pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul armada," ujar Irfan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (26/11).

Selain itu, lanjut Irfan, Garuda Indonesia dan Singapore Airlines juga bersepakat untuk menjalin kerja sama pengembangan konektivitas penerbangan, yang mana dimulai sejak 1 Oktober 2021 lalu, Garuda Indonesia dapat menghubungkan pengguna jasa Singapore Airlines dari Singapura menuju Bali, Jakarta dan Surabaya. Sebaliknya penumpang Garuda Indonesia juga dapat menikmati penerbangan ke London yang dilayani oleh Singapore Airlines. Selanjutnya Singapore Airlines juga akan memperluas jaringan penerbangan bagi penumpang Garuda Indonesia ke Mumbai yang diharapkan akan mulai dapat dioperasikan pada 1 Januari 2022, setelah mendapatkan persetujuan dari otoritas setempat. 

Kata Irfan, Garuda Indonesia dan Singapore Airlines juga menyepakati penjajakan pengembangan jaringan lainnya ke destinasi yang berada pada jaringan kedua maskapai untuk mendukung peningkatan konektivitas udara ke Indonesia dan Singapura, serta kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya. 

"Kami berharap kerja sama komersial ini akan menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan aman bagi penumpang di tengah meningkatnya lalu lintas udara antar negara," ucapnya.

Irfan menyebut kedua maskapai membawa misi yang sama dalam kerja sama ini, yaitu mendukung penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Singapura. Garuda, ucap Irfan, berkomitmen mendukung percepatan pemulihan ekonomi dan pariwisata dengan ikut serta memastikan kesiapan infrastruktur transportasi udara, khususnya untuk mengantisipasi program Jalur Perjalanan Vaksinasi (VTL) antara Indonesia dan Singapura.

Irfan menilai kerja sama ini merupakan momentum penting bagi upaya pemulihan kinerja dimana Garuda Indonesia berkesempatan menjadi maskapai penerbangan pertama di Indonesia yang dapat mendukung program perjalanan berbasis vaksinasi antara Indonesia dan Singapura yang salah satunya dilakukan melalui kerja sama dengan Singapore Airlines. 

"Tentunya berbagai upaya peningkatan layanan ini senantiasa kami selaraskan dengan komitmen konsistensi penerapan protokol kesehatan pada seluruh lini operasional penerbangan yang selama ini menjadi fokus utama kami di Garuda Indonesia," kata Irfan.q

Chief Executive Officer Singapore Airlines Goh Choon Phong mengatakan Singapore Airlines dan Garuda Indonesia memiliki hubungan yang kuat dan sudah berlangsung lama, ini juga mencerminkan hubungan bilateral yang hangat dan kuat antara Singapura dan Indonesia, serta hubungan yang erat antara masyarakat kedua negara. 

"Perjanjian ini memungkinkan kami untuk memanfaatkan kekuatan kedua mitra untuk memberikan para pelanggan kami pilihan perjalanan yang lebih banyak, lebih baik, dan lebih terarah. Ini juga akan memungkinkan untuk kami bekerja sama lebih jauh guna mendukung inisiatif yang memfasilitasi pertumbuhan pariwisata dan kegiatan ekonomi saat perbatasan dibuka kembali," kata Phong.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA