Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Varian Botswana: Efektivitas Vaksin Bisa Turun 40 Persen

Sabtu 27 Nov 2021 00:04 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi Covid-19. Varian Botswana alias varian  B.1.1.529 memiliki 32 mutasi yang dinilai mengkhawatirkan dan bisa menurunkan efektivitas vaksin Covid-19.

Ilustrasi Covid-19. Varian Botswana alias varian B.1.1.529 memiliki 32 mutasi yang dinilai mengkhawatirkan dan bisa menurunkan efektivitas vaksin Covid-19.

Foto: Pixabay
Varian Botswana diprediksi bisa turunkan efektivitas vaksin hingga 40 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Varian SARS-CoV-2 baru memiliki banyak mutasi pada bagian spike protein-nya. Ahli menilai, mutasi membuat virus penyebab Covid-19 ini lebih mudah menginfeksi orang yang sudah divaksinasi dan berpotensi menurunkan proteksi vaksin hingga 40 persen.

Varian yang disebut sebagai B.1.1.529 itu merupakan varian yang paling berkembang dengan total 50 mutasi. Sebanyak 32 mutasi di antaranya dinilai mengkhawatirkan.

Baca Juga

Beberapa ahli membandingkan varian B.1.1.529 dengan varian beta yang ditemukan pertama kali di Afrika Selatan pada 2020 akhir. Varian beta diketahui dapat menurunkan efikasi vaksin Covid-19 sebanyak 30-40 persen.

Direktur Rosalind Franklin Institute, Prof James Naismith, menilai varian B.1.1.529 hampir pasti akan membuat vaksin menjadi kurang efektif. Alasannya, varian ini tampak mirip dengan varian lain bernama B.1.1.

"Tampaknya varian ini menyebar lebih cepat, tapi kita belum mengetahui itu," jelas Prof Naismith.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA