Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Varian B.1.1.529 di Afsel, Apa Perbedaan dengan Delta?

Sabtu 27 Nov 2021 01:08 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

Seorang pria bertopeng yang menjual kerajinan logam buatan tangan berjalan melalui jalan-jalan di kota pedesaan Parys, Afrika Selatan, 26 November 2021. Departemen Kesehatan Afrika Selatan dan ilmuwan dari Network for Genomic Surveillance mengungkapkan rincian Covid yang baru terdeteksi dan sangat bermutasi -19 varian, B.1.1.529.

Foto:
Belum ada informasi apakah varian B.1.1.529 lebih berbahaya.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dan Universitas YARSI Tjandra Yoga Aditama mengungkap informasi mengenai mutasi Covid-19 yaitu B.1.1.529 memiliki banyak sekali mutasi.

"Varian ini dilaporkan dari Afrika Selatan dan beberapa negara Afrika beberapa hari yang lalu. Kemudian yang sudah diketahui saat ini adalah bahwa varian ini punya banyak sekali mutasi, ada yang menyebutkan 30 mutasi atau lebih, jadi lebih banyak dari varian Delta dan yang lain," katanya seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Jumat (26/11).

Ia menambahkan, semakin banyak mutasi yang ada tentu akan makin mengkhawatirkan tentang kemungkinan dampaknya. Mengkhawatirkan artinya harus waspada dan diteliti mendalam secara ilmiah. Belum ada informasi apakah lebih berbahaya. Ini tergantung dari analisa ilmiah beberapa waktu ke depan.

Sejauh ini yang diduga sedikitnya akan ada dampak terhadap penularan. Namun, dia melanjutkan, belum terlalu jelas apakah akan ada dampak pada empat hal lain, yaitu beratnya penyakit, diagnosis dengan polymerase chain reaction (PCR) dan Antigen, infeksi ulang, dan vaksin. 

"Biasanya perlu waktu beberapa minggu barulah semua informasi lebih jelas," katanya 

Ia menambahkan, semua pihak masih harus menunggu perkembangan ilmu dalam beberapa hari ini. Namun, harus tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5M dan harus waspada.

 

"Kalau ada keluhan dan atau ada kontak maka segera memeriksakan diri dan untuk yang belum maka segera divaksinasi," ujarnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA