Jumat 26 Nov 2021 14:12 WIB

98 Rumah tak Layak Huni di Padang Bakal Diperbaiki

Perbaikan rumah tidak layak huni ditujukan untuk keluarga miskin di Kota Padang.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Bilal Ramadhan
Warga melintas di kawasan sungai Bandar Purus V, Padang, Sumatera Barat. Kawasan sungai yang berada di tengah permukiman padat penduduk dan kumuh tersebut, ditata menjadi menjadi lebih bersih dan dilengkapi taman area bermain anak-anak.
Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
Warga melintas di kawasan sungai Bandar Purus V, Padang, Sumatera Barat. Kawasan sungai yang berada di tengah permukiman padat penduduk dan kumuh tersebut, ditata menjadi menjadi lebih bersih dan dilengkapi taman area bermain anak-anak.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Sebanyak 98 unit rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kota Padang akan direhab. Pembiayaan rehab ini akan didanai melalui dana pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPR RI Asli Chaidir.

Wali Kota Padang, Hendri Septa, mengatakan bantuan rehabilitasi rutilahu sebesar Rp 20 juta untuk masing-masing penerima tersebut juga bekerja sama dengan Kementerian Sosial.

Baca Juga

"Bantuan ini sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan," kata Hendri.

Hendri menjelaskan rehabilitasi rumah tersebut ditujukan untuk keluarga miskin, yang karena alasan ekonomi tidak mampu memenuhi kebutuhan papan dan menempati rumah yang tidak layak huni.

Pada pelaksanaannya, penerima bantuan diminta menandatangani berita acara serah terima, menyertakan fotokopi buku tabungan dan membuat laporan pertanggungjawaban.

Selanjutnya, realisasi atas Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah dibuat dibuktikan dengan kwitansi bermaterai dengan menyertakan foto awal bangunan, proses rehab, hingga bangunan selesai direhab.

"Laporan pertanggungjawaban yang disertai rincian biaya tersebut harus selesai dalam kurun waktu 3 bulan setelah merehab. Untuk itu pihak kelurahan diminta membantu masyarakat dalam menyiapkan seluruh persyaratan yang diminta," ujar Hendri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement