Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Pakar Kaji Implikasi Varian Baru Covid-19 di Afrika Selatan

Jumat 26 Nov 2021 11:28 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi virus corona. Pakar meyakini bahwa sebanyak 90 persen kasus baru di Provinsi Gauteng, Afrika Selatan merupakan varian baru B.1.1.529.

Ilustrasi virus corona. Pakar meyakini bahwa sebanyak 90 persen kasus baru di Provinsi Gauteng, Afrika Selatan merupakan varian baru B.1.1.529.

Foto: Pixabay
Varian baru diyakini menjadi penyebab kenaikan kasus Covid-19 di Afrika Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, CAPE TOWN -- Ilmuwan Afrika Selatan pada Kamis (25/11) telah mendeteksi varian baru Covid-19 dalam jumlah kecil.
Varian yang disebut B.1.1.529 itu memiliki konstelasi yang sangat tidak biasa, dan mengkhawatirkan karena dapat membantu menghindari respons imun tubuh sehingga lebih menular.

Tanda-tanda awal dari laboratorium diagnostik menunjukkan, varian tersebut telah meningkat pesat di Provinsi Gauteng yang padat penduduk. Varian baru itu kemungkinan sudah menyebar di delapan provinsi lainnya di Afrika Selatan.

Sementara itu, para ilmuwan meyakini,sebanyak 90 persen kasus baru di Gauteng merupakan varian baru B.1.1.529. Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) melaporkan 2.465 kasus baru Covid-19.

Baca Juga

NICD tidak mengaitkan infeksi baru Covid-19 dengan varian baru. Namun, beberapa ilmuwan lokal terkemuka menduga varian baru menjadi penyebab kenaikan kasus di Afrika Selatan.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA