Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Pandemi, Pasokan Hunian Tetap Bertambah

Jumat 26 Nov 2021 01:02 WIB

Red: Budi Raharjo

Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan perumahan subsidi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (25/10/2021). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menilai perpanjangan kebijakan uang muka (DP) nol persen oleh Bank Indonesia akan semakin menggairahkan pasar perumahan di tanah air seiring mulai pulihnya perekonomian domestik dari dampak pandemi COVID-19.

Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan perumahan subsidi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (25/10/2021). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menilai perpanjangan kebijakan uang muka (DP) nol persen oleh Bank Indonesia akan semakin menggairahkan pasar perumahan di tanah air seiring mulai pulihnya perekonomian domestik dari dampak pandemi COVID-19.

Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Pengembang sempat mengurangi suplai demi menghabiskan stok hunian yang ada

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kendati pandemi belum berakhir, harga properti di semua tipe di Tanah Air memperlihatkan tanda-tanda kenaikan. Insentif pembelian baru dari pemerintah dinilai turut mendorong konsumen untuk mencari hunian sesegera mungkin. 

Situasi yang semakin membaik ini, ujar Country Manager Rumah.com Marine Novita, membuat pengembang merasa lebih optimistis menghadapi prospek industri properti ke depan. "Setelah pengembang sempat mengurangi suplai demi menghabiskan stok hunian yang ada, kini pembangunan rumah tapak dan apartemen kembali ditingkatkan," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/11),

Temuan itu didapat berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) Q4 2021. Konsumen juga tidak lagi merasakan ketakutan dan menghindari area pusat kota yang cenderung lebih padat. "Pasar properti di wilayah metropolitan tampaknya sedang mencari keseimbangan baru, menyesuaikan preferensi konsumen yang kembali berubah setelah pandemi mulai terasa mereda," jelas Marine.

RIPMI memiliki akurasi cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia. Dikarenakan datanya merupakan hasil analisis dari 600 ribu listing properti dijual dan disewa dari seluruh Tanah Air, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

Terlihat indeks harga properti hunian naik sebesar 1,80 persen secara kuartalan. Pertumbuhan kenaikan harga properti pada kuartal ketiga 2021 sedikit mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan kenaikan pada kuartal sebelumnya yaitu 2,24 persen. 

Berdasarkan jenis propertinya, rumah tapak dan apartemen meningkat 1,81 persen dan 0,84 persen dibanding kuartal sebelumnya. Adapun secara tahunan (year-on-year), harga properti secara keseluruhan mengalami kenaikan 3,24 persen, dimana harga rumah tapak naik 4,39 persen, sementara apartemen turun 2,57 persen.

Sementara jika dilihat dari jenis propertinya, indeks suplai rumah tapak meningkat 9,44 persen secara kuartalan, sedangkan apartemen naik 7,31 persen. Pertumbuhan harga dan suplai ini tampaknya didorong oleh kondisi perekonomian nasional dan insentif serta kebijakan pemerintah terhadap sektor properti yang terus berjalan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA