Jumat 26 Nov 2021 05:08 WIB

Antisipasi Bentrokan Ormas,100 Prajurit Kala Hitam Turun

Patroli gabungan dilakukan dengan menyisir titik-titik rawan terjadinya bentrokan.

Anggota kelompok ormas membawa senjata sebelum bentrokan. (Ilustrasi)
Foto: Antara/Andika Betha
Anggota kelompok ormas membawa senjata sebelum bentrokan. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Ratusan personel TNI dari Batalyon Infanteri 312/Kala Hitam diturunkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan antarormas di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati Cirebon Kolonel Inf Elkines Vilando DKB menyampaikan, pihaknya siap membantu jajaran kepolisian melakukan pengamanan di wilayah Karawang dari kelompok premanisme.

Dia mengatakan, selain melalui Kodim 0604/Karawang, pihaknya menurunkan pasukan TNI Kala Hitam untuk mengantisipasi bentrok ormas susulan. "Pasukan TNI Kala Hitam yang diturunkan ada 100 personel," katanya di Karawang, Kamis (25/11).

Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono mengatakan, pascabentrokan ormas di Karawang, pihaknya melakukan penebalan personel. "Kami mendapat dukungan dari Polda Jabar dan jajaran TNI untuk menjaga Karawang agar tetap kondusif dan memproses tindakan premanisme dan anarkis," katanya.

Dia mengatakan, sebagai langkah antisipasi kejadian yang dapat menggganggu aktivitas masyarakat, pihaknya melakukan penambahan pasukan untuk melaksanakan patroli gabungan TNI-Polri. Patroli gabungan dilakukan dengan menyisir titik-titik rawan dan berpotensi gangguan keamanan pascabentrokan ormas pada Rabu 24 November 2021.

Penebalan atau penambahan pasukan ini di antaranya terdiri atas pasukan inti 300 personel dan pasukan cadangan yang siaga di Mapolres 200 personel. Selain itu ditambah personel TNI dengan total pasukan gabungan 700 personel.

Peristiwa bentrokan kelompok masyarakat terjadi pada Rabu (24/11) yang melibatkan LSM NKRI-Ormas GMPI dengan LSM GMBI. Diduga peristiwa itu terjadi akibat rebutan pengelolaan limbah ekonomis di salah satu pabrik yang ada di kawasan industri KIIC.Akibat peristiwa itu, tiga orang kritis yang kemudian satu di antaranya meninggal dunia di rumah sakit, termasuksatu unit mobil milik anggota LSM GMBI rusak parah.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement