Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Ini Beda Infeksi Covid-19 dengan Flu

Kamis 25 Nov 2021 20:52 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Fuji Pratiwi

Ilustrasi Covid-19. Bedakan Covid-19 dengan flu.

Ilustrasi Covid-19. Bedakan Covid-19 dengan flu.

Foto: Pixabay
Infeksi Covid-19 menunjukkan gejala hilang penciuman, baik sebagian atau total.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seringkali orang yang terinfeksi Covid-19 tidak menyadarinya dan menganggap hanya menderita flu biasa. Dokter dari Universitas Diponegoro Alexandra Clarin Hayes menyebutkan perbedaan orang yang terinfeksi Covid-19 dengan flu biasa.

"Secara umum gejala flu memang hampir mirip dengan gejala Covid-19. Tetapi tidak semua orang yang bergejala menderita flu atau infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) pasti menderita Covid-19," ujar Alexandra saat berbicara di konferensi virtual FMB9 bertema 'Pasca Covid, Kok Badan Susah Merasa Bugar Kembali?', Kamis (25/11).

Ia menambahkan, seseorang yang terinfeksi Covid-19 kemudian dilanjutkan dengan gejala lain seperti anosmia atau kehilangan penciuman, baik sebagian atau total. Kemudian ada yang berlanjut ke tidak bisa merasakan makanan, bahkan ada juga yang menderita diare. 

"Yang paling penting bedanya ada riwayat kontak dengan orang positif Covid-19. Jadi, kalau khawatir bisa (jalani) tes polymerase chain reaction (PCR)," ujar dia.

Kemudian usai sembuh dari Covid-19 tapi masih merasakan sakit tenggorokan dan penciuman yang masih hilang, ia mengakui itu bisa terjadi. Setelah terpapar atau positif Covid-19, seseorang masih bisa merasakan gejalanya.

Ia menjelaskan pada beberapa orang, gejala yang dialami setelah positif Covid-19 memang tidak semerta-merta hilang meski tes PCR telah menunjukkan hasil tes negatif.  "Ini disebut dengan gejala sisa," kata Alexandra.

Kendati demikian, ia menambahkan gejala sisa ini akan hilang perlahan-lahan. Ia menyontohkan anosmia akan perlahan hilang walaupun berbeda-beda waktu penyembuhannya. Kemudian sakit tenggorokan dan batuk pascainfeksi Covid-19 bisa diringankan dengan minum obat batuk karena tujuannya untuk meringankan gejala. 

"Yang paling penting tetap laksanakan protokol kesehatan supaya tidak terjadi reinfeksi Covid-19," kata dia.

 

Baca Juga

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA