Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Soal Rekrutmen PPPK, Legislator Ini Minta Maaf ke Honorer

Kamis 25 Nov 2021 20:37 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda meminta maaf kepada guru saat berkunjung ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Margasari 3 Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang.

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda meminta maaf kepada guru saat berkunjung ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Margasari 3 Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang.

Foto: Istimewa
Pemerintah memepertimbangkan masa pengabdian dalam rekrutmen PPPK ini.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda berkunjung ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Margasari 3 Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang dalam peringatan Hari Guru Nasional, Kamis (25/11). Di hadapan Kepala Sekolah, Staf Sekolah, Guru PNS, Guru Honorer, dia meminta, masukan terkait rekrutmen penerimaan kuota 1 juta Guru PPPK yang dilakukan oleh pemerintah.

"Kalau guru apa yang ingin dikasih masukan terkait rekrutmen penerimaan kuota 1 juta guru PPPK?," ujar Syaiful Huda dalam siaran persnya, Kamis (25/11).

Serempak, sejumlah guru yang hadir dalam perbincangan itu menjawab, "Kami ingin segera diangkat".

Dalam kesempatan tersebut Kepala Sekolah SDN Margasari 3, Sukanta meminta, pemerintah memepertimbangkan masa pengabdian dalam rekrutmen PPPK ini. "Kami berharap dalam seleksi PPPK ini yang dilihat bukan hanya kepintaran dan kehebatannya dalam akademis saja, yang penting dilihat masa kerjanya, umpamanya yang mau dinaikin yang masa kerjanya lima tahun keatas, yah sudah itu saja yang diangkat," papar Sukanta.

Menjawab keluhan ini, Syaiful Huda menyampaikan permohonan maaf kepada guru honorer mengenai rekrutmen PPPK yang dinilai masih rumit.

"Kita sedang terus berusaha memeperbaiki ini. Kita juga terus berjuang mendorong pemerintah untuk berpihak pada guru, karena tidak cukup jika hanya dalam posisi netral," kata Huda 

"Nanti di seleksi PPPK tahap kedua ini akan kami afirmasi karena nilai pengabdian akan kita masukan, selanjutnya aspirasi materi akan kita sederhanakan," katanya.

Huda bersama rombongan didampingi pihak sekolah berkeliling melihat sudut-sudut sekolah. Huda juga menjelaskan saat ini pihaknya sedang melakukan assesment secara nasional untuk memotret fenomena learning lost yang terjadi akibat pandemi Covid-19.

"Tadi dapat banyak keluhan dari mengenai learning lost ini, nanti kita akang tampung sebagai agenda perbaikan untuk pendidikan kita kedepan, kita juga akan diskusikan dengan pihak Kemendikbud," katanya.

Huda menyampaikan, bahwa formasi guru di sekolah yang terdiri dari 4 guru PNS, dan 7 guru honorer ini belum mendapat kuota PPPK pada tahun ini. "Dan kebetulan di sekolah ini tidak ada kuota guru PPPK, tahun depan kita berharap ada kuota PPPK dari sekolah ini," katanya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA