Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Lelang Aset Kasus Jiwasraya Baru Rp 17 Miliar

Kamis 25 Nov 2021 19:54 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Ilham Tirta

Sidang kasus Jiwasraya.

Sidang kasus Jiwasraya.

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Lelang kapal pesiar phinisi senilai Rp 7 miliar tidak berhasil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Eksekusi pengganti kerugian negara dalam kasus korupsi dan pencucian uang (TPPU) PT Asuransi Jiwasraya belum menunjukkan jumlah yang signifikan. Kepala Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung (Kejakgung), Elan Suherlan mengatakan, hasil lelang barang, maupun aset-aset rampasan yang ditetapkan pengadilan dari para terpidana kasus tersebut baru sekitar Rp 17 miliar.

Dari jumlah tersebut, Elan mengatakan, baru sekitar Rp 11 miliar yang disetorkan ke kas negara. “Itu berupa barang rampasan berupa uang (Rupiah), dan barang rampasan berupa mata uang asing,” kata Elan lewat pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/11).

Baca Juga

Sementara untuk barang, atau aset sitaan yang sudah dilelang, kata Elan, tim PPA Kejakgung pada Rabu (24/11), memastikan menjual 11 unit mobil dan motor. Dari lelang tersebut, terhimpun nilai jual setotal Rp 6,1 miliar. Akan tetapi, uang hasil lelang kendaraan rampasan tersebut belum disetorkan ke kas negara karena masih ada tenggat waktu pelunasan pembayaran dari para pemenang lelang terbuka itu.

Dari jumlah total eksekusi pengembalian kerugian negara Rp 17 miliar tersebut, masih jauh dari harapan. Mengingat keputusan pengadilan dalam kasus Jiwasraya, menebalkan penyitaan aset yang totalnya mencapai Rp 18-an triliun. Sedangkan dalam kasus tersebut, kerugian negara resmi di angka Rp 16,8 triliun.

Elan melanjutkan, PPA Kejakgung memastikan eksekusi aset aset rampasan tetap dilakukan untuk pengembalian kerugian keuangan negara. Seluruh aset dan barang rampasan akan dilelang terbuka.

Elan melanjutkan, dalam waktu dekat, PPA bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPK-NL) akan kembali melakukan lelang terbuka terhadap aset rampasan berupa lahan, yang luasnya 406.616 meter persegi. “Terdiri dari 16 bidang,” ujar Elan.

Aset tak bergerak tersebut, rampasan negara dari terpidana Benny Tjokrosaputro. Nilai penawaran lelang terbuka terhadap aset lahan tersebut dikatakan Elan senilai Rp 37,82 miliar.

Selain itu, kata Elan, KPKLN di Makassar, Sulawesi Selatan, juga pada Kamis (25/11) sudah melakukan lelang terhadap aset rampasan berupa Kapal Pesiar Phinisi KLM Zaneta milik terpidana Heru Hidayat. Nilai penawaran lelang aset tersebut Rp 7,4 miliar.

Akan tetapi, kata Elan, sampai tutup lelang, tak ada peminat yang membeli kapal pesiar tersebut. “Lelangnya sudah dilakukan. Tetapi, tidak ada penawaran,” ujar Elan menambahkan.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Ali Mukartono menerangkan, eksekusi seluruh aset rampasan negara terkait kasus Jiwasraya dilakukan bertahap. “Semuanya kita serahkan kepada PPA untuk dilakukan lelang terbuka,” ujar Ali saat ditemui di Gedung Pidsus, Kejakgung, Kamis (25/11).

Ali mengaku, belum mendapatkan laporan tentang berapa banyak aset-aset rampasan negara, yang sudah dieksekusi dan dilelang. Namun, ia memastikan seluruh aset rampasan yang dieksekusi untuk dilelang dan hasilnya akan disetorkan ke kas negara untuk sumber pengganti kerugian.

“Saya belum dapat laporan dari PPA. Tapi, itu nanti semuanya akan disetorkan (ke negara), kalau semuanya (seluruh aset rampasan) sudah dilelang,” ujar Ali. Ali berharap, hasil lelang barang-barang rampasan dapat sesuai dengan angka kerugian negara yang besarnya senilai Rp 16,8 triliun.

Dalam kasus korupsi dan TPPU Jiwasraya, enam terpidana sudah mendapatkan hukuman pasti setelah kasasi berakhir di Mahkamah Agung (MA). Dua terpidana, Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat dihukum penjara seumur hidup. Syahmirwan dipidana penjara 18 tahun penjara dan tiga orang lainnya, Joko Hartono Tirto, Harry Prasetyo, dan Hendrisman Rahim divonis masing-masing 20 tahun penjara.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA