Saturday, 19 Jumadil Akhir 1443 / 22 January 2022

Saturday, 19 Jumadil Akhir 1443 / 22 January 2022

Yakult, 30 Tahun di Indonesia

Sabtu 27 Nov 2021 21:08 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Gita Amanda

Yakult telah 30 tahun menemani konsumen menjaga kesehatan usus.

Yakult telah 30 tahun menemani konsumen menjaga kesehatan usus.

Foto: Yakult
Usus yang sehat adalah kunci umur panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mencegah lebih baik dari mengobati. Usus yang sehat adalah kunci umur panjang. Begitulah semboyan yang diutarakan dokter yang menempuh pendidikan di Universitas Kyoto, Jepang, Dr. Minoru Shirota.

Pada tahun 1930, ia berhasil mengkulturkan bakteri baik L casei Shirota strain menjadi bakteri unggul yang tahan terhadap asam lambung dan cairan empedu. Bakteri ini mampu mencapai usus kecil dalam keadaan hidup serta menguntungkan bagi manusia.

Pengkulturan bakteri ini dilakukan berdasarkan penemuan pemenang hadiah Nobel Iliya Metchnikov (1908) mengenal pola hidup sehat masyarakat di Pegunungan Kaukasus. Faktanya, mereka mengonsumsi susu fermentasi sehingga memiliki usia hidup panjang dalam keadaan sehat.

Penemuan itu menjadi dasar penelitian lebih dalam lagi oleh Dr Minoru. Inilah yang menjadi cikal bakal perusahaan minuman susu fermentasi Yakult yang berdiri sejak tahun 1935 di Jepang.

Setelah itu, ia membuat Yakult tersedia dan terjangkau di seluruh dunia. Shirotaisme sekarang menjadi filosofi perusahaan Yakult di seluruh dunia. Yakult mulai dikembangkan ke Taiwan, Korea, Indonesia dan seterusnya. Hingga kini Yakult telah tersedia di 40 negara.

Di Indonesia, Yakult pertama kali hadir pada 1991, berkantor pusat di Jakarta. Yakult Indonesia merupakan perusahaan bagian grup Yakult Honsha yang berpusat di Jepang.

Pada tahun 2021 ini, PT Yakult Indonesia Persada telah memasuki usia yang ke-30 tahun. Di kondisi pandemi Covid 19, mereka merayakan anniversary secara virtual dengan mengangkat tema “Terima Kasih 30 Tahun Bersama Yakult”. Tema tersebut memiliki arti perusahaan mengapresiasi sebesar-besarnya kepada karyawan, Yakult Lady, dan keluarga termasuk pelanggan. Berkat mereka Yakult dapat terus beraktivitas memberi pelayanan dan kontribusi terhadap masyarakat.

photo
Yakult telah 30 tahun menemani pelanggan setia dalam menjaga kesehatan usus. - (Yakult)
 

Senior Director Marketing Communication and Commercial PT Yakult Indonesia Persada, Antonius Nababan, mengatakan setelah 30 tahun di Indonesia, banyak pencapaian yang telah didapat Yakult Indonesia  secara penjualan selalu alami perkembangan.

Selain itu, dari sisi organisasi, jumlah Yakult Lady terus bertambah, mencapai 11.418 orang di bulan September 2021. Ketersediaan Yakult di toko di Indonesia juga tertinggi di seluruh dunia yaitu 263.703 toko, supermarket dan perusahaan menyediakan Yakult untuk masyarakat pelanggan mereka di area masing-masing. 

"Jadi capaian ini merupakan sebuah prestasi. Selain itu, tentunya penemuan masyarakat dan akademisi atas manfaat ilmiah Yakult sampai saat ini masih dikatakan cukup baik. Inilah yang menjadi kebanggan kami," ujarnya di sela acara konferensi pers Anniversary 30 Tahun Yakult Indonesia, Sabtu (27/11).

Antonius menambahkan Yakult di Indonesia sudah 30 tahun, sementara Yakult di seluruh dunia telah hadir sejak 1935 dan masih eksis sampai sekarang. Yakult telah memberikan kontribusi kesehatan pada masyarakat konsumennya.

"Harapannya 50 tahun yang akan datang atau 50 tahun Yakult bisa memberikan kontribusi lebih banyak lagi, termasuk di Indonesia bagian timur yang saat ini sedang kami jangkau," ujarnya.

 

Yakult di era pandemi

Pandemi mempengaruhi banyak sektor kehidupan termasuk dinamika bekerja. Penerapan kebijakan work from home dilakukan semua departemen dengan menyesuaikan aturan pemerintah pusat dan daerah. Protokol kesehatan (prokes) seperti penggunaan masker, cuci tangan dengan sabun, serta pemeriksaan suhu sebelum memasuki area kerja wajib diterapkan.

Prokes ketat juga dilakukan bagi karyawan dan mitra Yakult yang bekerja di lapangan seperti sales force serta Yakult Lady. Prinsip jaga jarak minimal satu meter, mengenakan sarung tangan dan face shield, serta edukasi pentingnya menghindari Covid-19 juga diterapkan.

Transformasi kegiatan perusahaan dilangsungkan agar kegiatan menyampaikan manfaat Yakult ke lebih banyak orang setiap hari terus terjaga. Salah satunya adalah kegiatan film showing dan kunjungan pabrik yang kini diubah menjadi virtual. Mereka juga menyelenggarakan program kuliah whatsapp atau kulwap.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak aktivitas yang dilakukan Yakult kepada masyarakat baik kalangan umum atau medis terutama di masa pandemi ini. Mereka terpanggil membantu tenaga medis di klinik, puskesmas, dan rumah sakit sebagai garda terdepan penanganan Covid-19 dengan memberikan Yakult.

Sementara kontribusi terhadap masyarakat umum dicerminkan melalui kepedulian perusahaan akan pentingnya deteksi dini kanker payudara. Perusahaan juga berkontribusi menciptakan herd immunity dengan menganjurkan seluruh karyawannya melakukan vaksinasi. Vaksinasi dilakukan untuk memberikan rasa aman pada karyawan.

Sebelum pandemi, perusahaan mengadakan usaha-usaha khusus guna menyebarkan informasi kesehatan kepada masyarakat di samping memasarkan Yakult. Kegiatan edukasi tersebut selaras dengan filosofi Dr Minoru Shirota atau Shirotaisme yaitu mencegah lebih baik daripada mengobati.

Berkontribusi dalam menjaga alam juga dilakukan dengan kegiatan penanaman pohon massal, pembuatan sumur biopori di dekat perkampungan sekitar pabrik Yakult dan usaha mengurangi sampah.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA