Kamis 25 Nov 2021 12:13 WIB

11 Juta Liter Minyak Goreng Dipasok ke 45 Ribu Ritel

Harga minyak goreng diperkirakan bergerak meningkat hingga tahun depan.

Pedagang menyusun minyak goreng curah yang telah dibungkus (ilustrasi). Kementerian Perdagangan menyebutkan sebanyak 11 juta liter minyak goreng mulai disalurkan ke 45 ribu ritel perdagangan nasional sebagai langkah menangani kenaikan harga komoditas tersebut.
Foto: ANTARA/Muhammad Arif Pribadi
Pedagang menyusun minyak goreng curah yang telah dibungkus (ilustrasi). Kementerian Perdagangan menyebutkan sebanyak 11 juta liter minyak goreng mulai disalurkan ke 45 ribu ritel perdagangan nasional sebagai langkah menangani kenaikan harga komoditas tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perdagangan menyebutkan sebanyak 11 juta liter minyak goreng mulai disalurkan ke 45 ribu ritel perdagangan nasional sebagai langkah menangani kenaikan harga komoditas tersebut."Sudah disalurkan dan sedang berlangsung," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwansaat dihubungi di Jakarta, Kamis (25/11).

Minyak goreng murah tersebut dijual di 45 ribu gerai Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) di seluruh Indonesia. Harga minyak goreng ditetapkan Rp 14 ribu per liter dengan maksimal pembelian satuliter.

Baca Juga

Memasuki pekan ketiga November 2021, harga minyak goreng masih bertahan tinggi di tingkat konsumen. Di Kota Yogyakarta, misalnya, harga minyak goreng curah mencapai Rp 19 ribu per liter, sehingga turut mempengaruhi omzet pedagang. 

Naiknya harga minyak goreng curah tersebut, lanjut dia, juga turut memengaruhi daya beli masyarakat yang mengalami penurunan cukup signifikan."Jumlah pembelian berkurang karena memang harganya cukup tinggi," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat melakukan pemantauan harga komoditas kebutuhan pokok di Pasar Kranggan, Yogyakarta, kemarin.

Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng dari Rp 14 ribu per liter menjadi Rp 19 ribu per liter."Minyak goreng kemasan dua liter saat ini naik dari harga Rp27 ribu menjadi Rp39 ribu. Kenaikannya sekitar 35 persen," ungkap salah seorang pelaku UMKM Esti di Tamiang Layang.

Oke memperkirakan harga minyak goreng bergerak meningkat hingga tahun depan. Pasalnya, minyak sawit mentah atau CPO sebagai bahan baku dari minyak goreng termasuk ke dalam komoditas yang harganya melambung belakangan ini.

"Kita prediksi sampai kuartal I 2022 (harga) masih meningkat terus. Karena termasuk komoditas yang supercycle yang harganya meningkat tajam. Di satu sisi harga supercycle memberi berkah, di sisi lain memberi dampak negatif untuk minyak goreng. Jadi, ini naik terus dan ini kemungkinan beranjak naik terus," papar Oke.

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement