Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Bocah Enam Tahun Positif Rabies di Sikka NTT

Kamis 25 Nov 2021 11:23 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Seorang anak di Sikka NTT, terkonfirmasi positif rabies akibat digigit anjing. Foto: Petugas dinas peternakan menyuntik vaksin rabies kepada anjing peliharaan warga. (ilustrasi)

Seorang anak di Sikka NTT, terkonfirmasi positif rabies akibat digigit anjing. Foto: Petugas dinas peternakan menyuntik vaksin rabies kepada anjing peliharaan warga. (ilustrasi)

Foto: Antara/FB Anggoro
Hal itu terkonfirmasi setelah dia digigit anjing pada awal November lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sikka, NTT, menyatakan seorang bocah perempuan berinisial PD (6) di Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, dinyatakan positif rabies. Hal itu terkonfirmasi setelah dia digigit anjing pada awal November lalu.

"Iya, benar, ada seorang anak usianya enam tahun yang diketahui positif rabies setelah digigit anjing pada tanggal delapan November 2021 lalu," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sikka, Albert Moang dari Sikka, Kamis (25/11).

Baca Juga

Albert menjelaskan bahwa bocah tersebut diketahui menderita positif rabies setelah keluarga korban melaporkan bahwa anaknya tiba-tiba takut dengan air dan juga dengan hembusan angin. Menurut cerita keluarga, korban sendiri diketahui sedang bermain di halaman rumahnya, namun tiba-tiba langsung digigit oleh anjing itu.

Petugas kemudian menemui pemilik anjing tersebut dan berkoordinasi. Setelah berkoordinasi anjing tersebut langsung dibunuh dan sampelnya langsung dikirim ke Balai Besar Veteriner Denpasar untuk diteliti. "Pada 19 November hasilnya keluar dan menyatakan bahwa anjing tersebut positif rabies," tambah dia.

Namun, sebelum sampel itu dikirim, korban gigitan anjing rabies tersebut sudah disuntikvaksin anti rabies (VAR) dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di Puskesmas Lela di bawah pengawasan tim medis. Setelah sampel anjing itu keluar, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sikka langsung menerjunkan personelnya untuk melakukan vaksinasi antirabies bagi sejumlah anjing di kabupaten Sikka.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA