Wednesday, 23 Jumadil Akhir 1443 / 26 January 2022

Wednesday, 23 Jumadil Akhir 1443 / 26 January 2022

Setelah Bank Muamalat Dimiliki BPKH

Sabtu 27 Nov 2021 04:09 WIB

Red: Joko Sadewo

Karyawan melayani nasabah di kantor pusat Bank Muamalat, Jakarta, Jumat (19/11). PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memiliki pemegang saham pengendali baru setelah proses hibah saham pada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). BPKH telah menerima hibah saham dari Islamic Development Bank, Bank Boubyan, Atwill Holdings Limited, National Bank of Kuwait, IDB Investment Foundation, dan BMF Holdings Limited.Prayogi/Republika

Karyawan melayani nasabah di kantor pusat Bank Muamalat, Jakarta, Jumat (19/11). PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memiliki pemegang saham pengendali baru setelah proses hibah saham pada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). BPKH telah menerima hibah saham dari Islamic Development Bank, Bank Boubyan, Atwill Holdings Limited, National Bank of Kuwait, IDB Investment Foundation, dan BMF Holdings Limited.Prayogi/Republika

Foto: Prayogi/Republika.
BPKH telah hibah saham ke Bank Muamalat sebanyak 77,42 persen.

Oleh : Fuji Pratiwi, Jurnalis Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akhirnya jadi pemegang saham pengendali (PSP) PT Bank Muamalat Indonesia Tbk pada medio November 2021 lalu. Prosesnya pun epik, melalui hibah. Iya, hibah, bukan jual beli saham.

Jumlah hibah sebanyak 7.903.112.181 saham yang setara dengan 77,42 persen. Sehingga total kepemilikan saham BPKH di Bank Muamalat menjadi 78,45 persen.

BPKH telah menerima hibah saham dari Islamic Development Bank (IDB), Bank Boubyan, Atwill Holdings Limited, National Bank of Kuwait, IDB Investment Foundation, dan BMF Holdings Limited. Hibah saham dilakukan pada 21 Juni 2021, 15 dan 16 November 2021. IDB sudah memastikan hibah ini aman karena disetujui 57 negara anggotanya.

Sebagain besar saham yang dihibahkan adalah saham seri A. Setelah hibah, IDB masih memiliki 10 persen kepemilikan saham seri B. Sementara Bank Boubyan, Atwill Holdings Limited, National Bank of Kuwait, IDB Investment Foundation, dan BMF Holdings Limited tidak lagi memiliki saham.

Yang patut disyukuri karena mekanisme hibah membuat BPKH tak perlu keluar biaya. Apalagi, IDB sudah menyatakan kepercayaannya kepada BPKH atas pengelolaan Bank Muamalat. Dengan harapan, Bank Muamalat bisa tumbuh berkembang lebih baik dan layanan haji bagi ummat juga makin bagus.

Secara legal, BPKH memang dimungkinkan memiliki suatu badan usaha. Tentu saja, prinsip kehati-hatian harus dipegang kuat oleh BPKH. Sebagai pengelola dana haji, BPKH boleh dibilang jadi representasi umat Islam. Dana haji di BPKH adalah dana umat, baik dana setoran haji maupun dana abadinya.

Memiliki Bank Muamalat membuat BPKH harus ikut membantu mengatasi persoalan Bank Muamalat. Dari sisi permodalan, tata kelola, serta penataan dan pengembangan bisnisnya. Apalagi, aset Bank Muamalat sudah tergerus selama lima enam tahun belakangan ini. BPKH harus segera melakukan sesuatu untuk menahan penipisan itu dan mendorong kinerja Bank Muamalat.

Bank Muamalat juga sudah menyatakan siap ngebut tahun depan. Saya cukup yakin, hibah saham ini melegakan pula buat Bank Muamalat. Sehingga saat perpindahan PSP ini sudah stabil prosesnya, Bank Muamalat akan lebih tenang dan fokus kembali pada bisnisnya.

Kinerja bagus Bank Muamalat akan kembali lagi kepada BPKH dan pada ujungnya pada umat. Sebab, hasil investasi dana BPKH akan kembali sebagai nilai manfaat kepada jamaah calon haji. Nasabah juga lega dan senang kalau layanan dan inovasi Bank Muamalat makin mantap. Kalau Bank Muamalat kompetitif, masyarakat jadi makin punya banyak pilihan berbank syariah.

Bersih-bersih

Sebagai bagian proses penyehatan Bank Muamalat, peran PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (PT PPA) juga patut diapresiasi. Laporan keuangan yang tidak bagus tentu kurang sedap dipandang buat perusahaan terbuka.

Pengelolaan aset berkualitas rendah oleh PT PPA memungkinkan Bank Muamalat bersih-bersih buku dengan cara yang lebih baik. Bank Muamalat bisa bernapas lebih lega karena PT PPA akan membantu menangani beban bad bank dan Bank Muamalat dapat meneruskan good bank yang ada.

PT PPA menyampaikan, pengelolaan aset berkualitas rendah milik Bank Muamalat ini menambah pengalaman mereka berkaitan dengan bank syariah. Pengelolaan aset berkualitas rendah merupakan satu dari tiga pilar bisnis PT PPA.

Karena disayang, saya yakin, umat Islam akan pasang mata, hati, dan telinga dalam proses penyehatan Bank Muamalat oleh BPKH dan para pemegang saham saat ini plus PT PPA. Selamat menempuh tahap baru!

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA