Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Tunggu Hasil Tes PCR, Rosé Blackpink Batalkan Jadwalnya

Kamis 25 Nov 2021 06:12 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda

Rose Blackpink. YG Entertainment mengatakan, Rose, Jisoo, dan Jennie masih menunggu hasil tes PCR setelah Lisa terkonfirmasi positif Covid-19.

Rose Blackpink. YG Entertainment mengatakan, Rose, Jisoo, dan Jennie masih menunggu hasil tes PCR setelah Lisa terkonfirmasi positif Covid-19.

Foto: Wikimedia
Rosé Blackpink masih menunggu hasil PCR setelah Lisa dinyatakan positif Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL — Personel grup K-pop Blackpink, Rosé, telah membatalkan seluruh jadwalnya setelah rekannya Lisa didiagnosis positif Covid-19 pada Rabu (24/11). Media berita Korea, Star News, melaporkan bahwa Rosé telah melakukan kontak dekat dengan kasus yang dikonfirmasi positif Covid-19.

Saat itu, belum diketahui bahwa kontak tersebut adalah Lisa. Akan tetapi, menurut pernyataan resmi YG Entertainment, tiga personel Blackpink lainnya secara hukum tidak diklasifikasikan sebagai kontak dekat.

Baca Juga

Terlepas dari ketentuan tersebut, YG Entertainment bertekad untuk tetap menjalani semua kebijakan menjaga jarak sosial dan karantina mandiri bagi member Blackpink sesuai ketentuan yang berlaku di Korea Selatan.

"Tiga anggota Blackpink lainnya belum dianggap sebagai kontak dekat tetapi begitu Lisa menerima hasil tes positif, mereka menjalani tes PCR dan menunggu hasilnya," kata pernyataan resmi YG Entertainment dilansir Korea Boo, Rabu (24/11).

Jisoo, Jennie, dan Rosé kini masih menunggu hasil tes PCR mereka. Sebagai bentuk antisipasi, Rosé memilih membatalkan jadwalnya yang akan datang.

Rosé mengurungkan rencana menyanyi di The Hyundai Seoul Mall. Awalnya, ia dijadwalkan untuk tampil di acara pop-up merek Tiffany&Co pada 25 November.

Menurut otoritas kesehatan Korea Selatan, setelah seseorang diidentifikasi sebagai kontak dekat Covid-19, maka warga negara yang tidak divaksinasi harus mengisolasi diri selama 10 hari. Sementara itu, mereka yang divaksinasi dapat dibebaskan dari ketentuan itu jika hasil tes PCR mereka negatif.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA