Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Ini Pentingnya Imunisasi PCV Bagi Balita

Kamis 25 Nov 2021 06:40 WIB

Red: Fuji Pratiwi

Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) (ilustrasi). Imunisasi PCV penting bagi balita.

Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) (ilustrasi). Imunisasi PCV penting bagi balita.

Foto: ANTARA/M Ibnu Chazar
Yang paling rentan terserang pneumonia adalah bayi di bawah usia setahun.

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Dinas Kesehatan Kota Kediri, Jawa Timur, mempercepat pemberian vaksin atau pemberian imunisasi PCV (Pneumokokus Konyugasi Vaksin) untuk balita secara gratis. Hal ini sebagai upaya mencegah balita dari penyakit pneumonia atau radang paru akibat bakteri.

Pengelola Program Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Kediri Meylany Rosa Puspita mengemukakan, Kota Kediri termasuk satu dari delapan daerah di Jawa Timur yang mendapatkan prioritas pemberian imunisasi PCV gratis dari pemerintah. "Dinas Kesehatan Kota Kediri juga telah menggelar dialog terkait dengan pneumonia," kata Meylany di Kediri, Rabu (24/11).

Dialog itu dihadiri oleh Epidemiolog Unair Surabaya, Dr dr Atoillah Isfandiari M.Kes. Atoillah mengatakan, pneumonia adalah radang paru-paru. Penyebab utamanya adalah infeksi mikroorganisme (bakteri, jamur, virus) dan bahan kimia. Sebagian besar mikroorganisme penyebab pneumonia adalah bakteri Pneumokokus.

Untuk gejala awalnya seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut), yakni batuk pilek di bagian saluran nafas atas. Kalau kumannya turun ke paru-paru, maka menyebabkan paru-paru radang atau rusak yang dinamai pneumonia. "Sama seperti Covid-19, awalnya ISPA, kalau kumannya masuk paru-paru jadi pneumonia. Bakteri Pneumokokus ini juga kalau masuk ke paru-paru menyebabkan radang atau pneumonia," kata Atoillah.

Ia menambahkan, yang paling rentan terserang pneumonia akibat bakteri Penumokokus ini adalah bayi di bawah usia setahun."Pada anak-anak atau balita, seperti batuk pilek biasa. Namun kok kemudian frekuensi nafasnya meningkat, menggeh-menggeh bahasa Jawanya, atau ngos-ngosan. Kalau begini, balitanya segera bawa ke dokter atau Puskesmas terdekat agar bisa cepat diantisipasi," kata Atoillah.

 

Baca Juga

sumber : ANTARA
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA