Saturday, 22 Rabiul Akhir 1443 / 27 November 2021

Saturday, 22 Rabiul Akhir 1443 / 27 November 2021

Milad Ke-20, LKC Dompet Dhuafa Catat 3 Juta Penerima Manfaat

Rabu 24 Nov 2021 14:28 WIB

Rep: Eva Rianti/ Red: Hiru Muhammad

Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa telah memasuki usia ke-20 tahun pada 2021. Selama dua dekade berjalan, tercatat ada sebanyak tiga juga penerima manfaat dari program-program yang digalakkan LKC Dompet Dhuafa.

Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa telah memasuki usia ke-20 tahun pada 2021. Selama dua dekade berjalan, tercatat ada sebanyak tiga juga penerima manfaat dari program-program yang digalakkan LKC Dompet Dhuafa.

Foto: eva rianti
LKC Dompet Dhuafa tumbuh meluas, baik dari segi ekspansi kuantitas dan kualitas

REPUBLIKA.CO.ID, CIPUTAT -- Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa telah memasuki usia ke-20 tahun pada 2021. Selama dua dekade berjalan, tercatat ada sebanyak tiga juga penerima manfaat dari program-program yang digalakkan LKC Dompet Dhuafa.

“Per tahun rata-rata sekitar 150 ribuan penerima manfaat. Jadi sekitar 3 juta penerima manfaat sejak 2001,” ujar General Manager (GM) Kesehatan Dompet Dhuafa Yeni Purnamasari dalam acara Milad 20 LKC Dompet Dhuada di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (24/11).

Baca Juga

Yeni menuturkan, seiring berjalannya waktu hingga memasuki usia 20 tahun, LKC Dompet Dhuafa tumbuh semakin meluas, baik dari segi ekspansi kuantitas maupun kualitasnya. Hingga saat ini, tercatat LKC Dompet Dhuafa tersebar di 12 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah ratusan karyawan serta volunteer.

Selain itu, dari segi program, Yeni menjelaskan, saat ini LKC Dompet Dhuafa melebarkan sayap dengan memberikan pelayanan kesehatan yang beragam, mulai dari langkah pencegahan hingga pengobatan bagi masyarakat dhuafa.

“LKC Dompet Dhuada sudah bertranformasi dari layanan yang sifatnya kuratif saja, kemudian menjadi layanan yang lebih komprehensif. Termasuk di dalamnya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan pemberdayaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Dakwah, Budaya, dan Pelayanan Masyarakat Dompet Dhuafa Ahmad Shonhaji mengatakan, LKC Dompet Dhuafa hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat dhuafa di Indonesia. Dalam menjalankan pelayanan, dia menyebut bahkan mencapai hingga ke pelosok-pelosok wilayah Nusantara.

“LKC tidak hanya diam di tempat. Kita masuk menjemput masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan sampai di wilayah luar dan terpencil. Misalnya di Pulau Roti (NTT), ini keniscayaan bahwa kesehatan masyarakat harus kita jemput,” ungkapnya.

Ke depan dia berharap, LKC Dompet Dhuafa bisa semakin berkembang, dengan menjadi bagian dari kegiatan sustain development goals (SDG’s). Diantaranya terkait program bebas kelaparan, kesehatan dan kesejahteraan, kesehatan gender, serta terkait sanitasi.

“LKC adalah menjawab SDG’s dari proses perintisan, LKC sebagai klinik, seiring berjalannya waktu tumbuh dan berkembang hingga menghasilkan rumah sakit. Dompet Dhuafa melibatkan banyak stakeholder dengan kekuatan zakat, infaq, shadaqah, alhasil sudah ada beberapa RS yang diinisiasi bersama, saat ini ada enam rumah sakit,” terangnya. 

Shonhaji berharap dengan terus tumbuh dan berkembangnya LKC Dompet Dhuafa, akan lebih banyak lagi masyarakat dhuafa yang terbantu dari segi layanan kesehatan. Sehingga dapat berkontribusi besar untuk meningkatkan kesehatan di Indonesia. 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA