Rabu 24 Nov 2021 12:49 WIB

Pasutri Ini Jadikan Artefak 1.500 Tahun Sebagai Meja Kopi

Artefak ini jadi meja kopi selama 45 tahun sebelum dipajang di Museum Kapal Romawi.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Pasangan suami-istri (pasutri) ini menjadikan artefak Romawi berusia 1.500 tahun sebagai meja kopi. Sayangnya, karena mosaik itu memang barang curian, akhirnya mosaik disita dan kini dipajang di Museum Kapal Romawi.
Foto: Tangakapan layar video "60 Minutes".
Pasangan suami-istri (pasutri) ini menjadikan artefak Romawi berusia 1.500 tahun sebagai meja kopi. Sayangnya, karena mosaik itu memang barang curian, akhirnya mosaik disita dan kini dipajang di Museum Kapal Romawi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kekaisaran Romawi telah jatuh sekitar 1.500 tahun yang lalu. Namun memori terhadap kerajaan tersebut masih tetap hidup hingga sekarang. 

Mosaik Romawi berasal dari Kaisar Caligula (hampir 2.000 tahun yang lalu) telah ditemukan oleh ahli Marmer di apartemen Manhattan AS. Uniknya, artefak langka itu telah digunakan sebagai meja kopi selama hampir 50 tahun. 

Baca Juga

Dalam segmen “60 Minutes” dari CBS, ahli marmer asal Italia, Dario Del Bufalo, menjelaskan bagaimana dia menemukan artefak langka tersebut. Itu bermula dari bukunya berjudul Porphyry yang membahas batu ungu-merah yang digunakan kaisar Romawi untuk keperluan seni dan arsitektur mereka, dan buku itu menampilkan foto mosaik yang dimaksud.

Saat Del Bufalo menandatangani perilisan bukunya di New York pada 2013, dia mendengar ada sepasang suami istri yang mengaku memiliki mosaik 4,5 kaki persegi persis seperti yang digambarkan di bukunya. “Ada seorang wanita dan pria dengan topi aneh yang datang ke meja. Dia mengatakan kepadaku bukunya sangat bagus, dan mengaku punya mosaik seperti di buku,” kata Del Bufalo kepada CBS. Ternyata wanita itu adalah pemilik galeri Helen Fioratti.

Barang antik itu adalah bagian dari kapal yang tenggelam di Danau Nemi Italia pada zaman kuno dan ditemukan kembali pada 1930-an. Mosaik yang tersisa disimpan di museum tepi danau dan pada 1944 Nazi menyusup ke Italia dan membakar sisa kapal.

Fioratti mengatakan kepada New York Times pada 2017 bahwa dia dan suaminya telah membeli artefak kuno pada 1960-an dari keluarga bangsawan Italia. Barang itu dikirim ke AS dan keduanya menggunakannya sebagai meja kopi di rumah Park Avenue mereka.

“Itu adalah pembelian yang tak pernah disesali. Itu adalah barang favorit kami dan kami memilikinya selama 45 tahun,” kata Fioratti seperti dilansir di The New York Post, Rabu (23/11).

Sayangnya, karena mosaik itu memang barang curian, akhirnya mosaik disita pada 2017 dan dikembalikan ke Roma, Italia. Sekarang dipajang di Museum Kapal Romawi di Nemi.

“Saya merasa sangat kasihan padanya, tapi ya memang seharusnya begitu, museum di Nemi kehilangan artefak terbaik melalui perang, melalui kebakaran, dan kemudian melalui pedagang seni Italia, dan akhirnya dapat kembali ke museum,” kata Bufalo. Del Bufalo berharap ada salinan meja untuk disimpan di rumah Fioratti dan suaminya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement