Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Dompet Dhuafa: Wakif di Kalangan Milenial Alami Pertumbuhan

Rabu 24 Nov 2021 05:53 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Gita Amanda

Ilustrasi Wakaf. Dompet Dhuafa menyatakan saat ini wakif dr generasi milenial mulai tumbuh.

Ilustrasi Wakaf. Dompet Dhuafa menyatakan saat ini wakif dr generasi milenial mulai tumbuh.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Literasi mengenai wakaf nyatanya sudah mulai dikenal kalangan milenial Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- General Manager Wakaf Dompet Dhuafa (DD), Bobby P Manulang mengatakan, meski belum sepopuler zakat di kalangan masyarakat umum, literasi mengenai wakaf nyatanya sudah mulai dikenal kalangan milenial Muslim.

"Terbukti, pertumbuhan jumlah pewakaf (wakif) milenial Muslim lebih tinggi dibandingkan wakif senior. Dompet Dhuafa tak ketinggalan menggelar kampanye bertajuk WakeUp!Wakaf," kata Bobby dalam keterangan tertulisnya kepada Republika. 

Wakaf tidak hanya terpaku pada masjid, makam dan madrasah (3M), melainkan bisa diterapkan dalam berbagai bentuk. Berdasarkan data dari Forum Wakaf Produktif, profil donatur wakaf hingga saat ini mengalami perluasan yang positif. Berdasarkan rentang usia, profil donatur kalangan milenial (24 tahun-35 tahun) mendominasi sebesar 48 persen. 

Melalui penetrasi digital, literasi serta kemudahan berwakaf mulai digandrungi milenial. Salah satu kemudahan yang diperoleh adalah dengan berwakaf mulai dari nominal Rp 10 ribu yang mudah dijangkau milenial. 

Pemasukan wakaf bergantung pada edukasi wakaf di masyarakat. Wakaf masih dianggap masyarakat untuk kalangan orang kaya saja, karena wakaf di Indonesia masih kurang di kenal oleh masyarakat. Disebutkan sosialisasi wakaf perlu sering dilakukan seperti dompet dhuafa dengan serial webinar Wake Up Wakaf, agar masyarakat semakin teredukasi.

Baca juga : Menag Yaqut Kunjungi Kompleks Percetakan Alquran Raja Fahd

Sementara itu, perusahaan di sektor industri digital disebut lebih sustainable di era pandemi karena bersifat low-touch. Sementara perusahaan-perusahaan yang high-touch dan high-crowd seperti di sektor pariwisata mau tak mau harus bertransformasi dan mengadopsi model bisnis yang low-touch dan less-crowd untuk bisa sukses melewati badai krisis pandemi.

"Bagaimana prediksi pasar saat akhir dari pandemi? ketika saya tanya pada orang-orang tentang kapan pandemi berakhir, lebih dari 50 persen merasa yakin bahwa pandemi berakhir saat akhir tahun 2021, demikian pula mereka yakin bahwa ekonomi akan pulih,” ujar Yuswohady selaku Managing Partner Inventure 

Krisis Covid tidak hanya membuat orang lebih religius namun juga menumbuhkan empati yang luar biasa di kalangan masyarakat. Menariknya generasi milenial merupakan generasi yang paling empatik dibanding Gen-X maupun Gen-Z. Menurut survei Gopay-Kopernik (2021), frekuensi donasi generasi milenial lebih banyak dibanding generasi yang lain, yaitu sebanyak 1,5x perbulan lebih besar jika dibandingkan Gen-X dan Gen-Z yang sebesar masing-masing 1,4x dan 1,2x.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA