Thursday, 25 Syawwal 1443 / 26 May 2022

Eksistensi Komunitas Keturunan Rasulullah di DKI Jakarta

Selasa 23 Nov 2021 23:21 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Komunitas keturunan Rasulullah SAW atau habib dikenali lewat taklim. Dzikir Akbar Jamaah Majelis Rasulullah SAW

Komunitas keturunan Rasulullah SAW atau habib dikenali lewat taklim. Dzikir Akbar Jamaah Majelis Rasulullah SAW

Komunitas keturunan Rasulullah SAW atau habib dikenali lewat taklim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Komunitas sayyid atau habaib saat ini memiliki tempat yang istimewa di tengah masyarakat Indonesia.

Keturunan Rasulullah ﷺ ini tidak hanya istimewa dari segi nasab, tetapi di beberapa tempat, juga ditempatkan pada posisi tertinggi dalam otoritas keagamaan.

Baca Juga

Asal mula keturunan Nabi Muhammad di Indonesia diawali migrasi keturunan cucu Nabi ﷺ, yaitu Husain dari kawasan Hadramaut di Yaman, bernama Alawi. Keturunan Nabi ﷺ dari jalur ini disebut Alawiyin atau biasa disebut sebagai habib, dengan gelar resmi sayyid untuk laki-laki dan sayyidah untuk perempuan.

Dalam kehidupan beragama di Indonesia, seorang habib memiliki banyak jamaah. Pada masyarakat Betawi misalnya, kelompok-kelompok pengajian yang dipimpin Habaib dapat dengan mudah ditemui.

Di antaranya adalah “Majelis Rasulullah” yang dipimpin oleh Almarhum Habib Mundzir Al-Musawwa. Ada juga “Majelis Nurul Musthofa” yang pimpinan Habib Hasan bin Ja’far Assegaf.

Kedua majelis tersebut merupakan majelis yang diikuti oleh banyak jamaah. Tidak hanya golongan tua, keberadaan pimpinan yang berasal dari komunitas Habaib ini juga mampu menarik para pemuda untuk aktif mengikuti kajian yang diadakannya.

Selain itu, para Habaib juga memimpin dan mengembangkan Rabithah Aliwiyah, yaitu suatu organisasi massa Islam yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan.

Pada umumnya organisasi ini menghimpun WNI keturunan Arab, khususnya yang memiliki keturunan langsung dari Nabi Muhammad ﷺ. 

Rabithah Alawiyah selama ini menjadi wadah penggerak dan pemersatu Alawiyin di Indonesia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas, lahir dan bathin, sesuai ajaran Islam berdasarkan Alquran dan sunnah Rasulullah SAW yang berasaskan Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah beraqidahkan Asy‘ariyyah.

Tidak hanya itu, komunitas Habaib di Jakarta juga mendirikan lembaga yang fokus begerak di bidang intelektualitas, yaitu Majelis Hikmah Alawiyah (MAHYA). Yayasan yang berkantor di daerah Kalibata Jakarta Selatan ini diprakarsai Habaib, ulama, dan aktivis dakwah Islam dari kalangan Ba 'Alawi di Indonesia maupun di mancanegara.

Kegiatan yayasan ini berfokus pada pengembangan perpustakaan yang mengkhususkan pada koleksi karya-karya tokoh Thoriqoh Alawiyah atau pun karya-karta terkait, serta penelitian tentang Thariqah Alawiyah. Sebagai organisasi, MAHYA tidak melibatkan diri dalam kegiatan politik apapun.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA