Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

...

Mengenal Ralf Rangnick, Salah Satu Pelatih Incaran MU

Selasa 23 Nov 2021 21:37 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

Ralf Rangnick.

Ralf Rangnick.

Foto: EPA/JAN WOITAS
Ada sejumlah kriteria tertentu yang diajukan Rangnick sebelum menerima pinangan klub.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Di antara deretan nama pelatih yang disebut-sebut masuk daftar pelatih incaran Manchester United (MU) terselip nama pelatih asal Jerman, Ralf Rangnick. Pelatih berusia 63 tahun itu bersanding dengan Mauricio Pochettino, Zinedine Zidane, Luis Enrique, dan Brendan Rodgers sebagai kandidat pengganti Ole Gunnar Solskjaer.

Dibanding pelatih-pelatih asal Jerman, yang saat ini mengisi kursi pelatih sejumlah klub raksasa Eropa, Rangnick memang masih tertinggal dalam hal raihan trofi. Selain raihan Piala Intertoto bersama Stuttgart pada 2000, prestasi terbaik Rangnick masih sebatas kompetisi domestik, yaitu raihan trofi DFB Pokal bersama Schalke 04 pada 2010/2011.

Begitu pula dengan keberhasilan Rangnick mengantarkan Schalke 04 finis sebagai runner-up Bundesliga Jerman musim 2004/2005 dan musim 2004/2005. Rekam jejak kesuksesan Rangnick ini tentu tidak bisa disandingkan dengan torehan trofi Liga Champions Juergen Klopp bersama Liverpool, atau Thomas Tuchel kala menukangi Chelsea dan Hansi Flick di kursi pelatih Bayern Muenchen.

Namun, dalam hal inovasi taktik, strategi, dan filosofi permainan sebuah tim, nama Rangnick tidak bisa dikesampingkan. Mantan pelatih Red Bull Salzburg dianggap menjadi salah satu tokoh pionir dari gaya permainan Gegenpressing.

Gaya permainan ini yang akhirnya menjadi identitas utama permainan yang diusung pelatih asal Jerman lainnya, seperti seperti Klopp, Ralph Hassenhuttl, dan Tuchel, dengan modifikasinya masing-masing. Ini bukan pertama kalinya nama Rangnick dikait-kaitkan dengan Man United.

Pada 2019, Rangnick disebut-sebut tengah didekati manajemen MU, yang tengah mencari pemangku jabatan direktur sepak bola. Kini, Rangnick kembali masuk dalam radar Man United.

Namun, kali ini, Rangnick diharapkan bisa membawa kecerdikannya dalam meracik taktik permainan dan mengelola sebuah tim sebagai pelatih kepala Man United. Kendati begitu, Rangnick bukanlah pelatih yang mudah untuk dibujuk.

Ada sejumlah kriteria tertentu yang diajukan Rangnick sebelum menerima pinangan sebuah klub. Eks pelatih Hoffenheim itu ingin terlibat secara penuh dalam gerak roda pengelolaan sebuah tim, mulai dari kebijakan transfer pemain hingga urusan menu makanan para pemain.

Syarat ini yang sempat membuat negosiasi Rangnick dengan AC Milan mengalami pasang-surut. Ujungnya, I Rossoneri urung merekrut Rangnick dan memilih mendatangkan Stefano Pioli.

Baca Juga

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA