Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Thursday, 27 Rabiul Akhir 1443 / 02 December 2021

Robson tak Habis Pikir dengan Buruknya Performa MU Musim Ini

Selasa 23 Nov 2021 19:10 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

Mantan gelandang Manchester United (MU), Bryan Robson, masih belum bisa memahami penurunan performa bekas klubnya pada musim ini.

Mantan gelandang Manchester United (MU), Bryan Robson, masih belum bisa memahami penurunan performa bekas klubnya pada musim ini.

Foto: AP/Apichart Weerawong
Rentetan performa minor MU berujung pada pemecatan pelatih Ole Gunnar Solskjaer.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Mantan gelandang Manchester United (MU), Bryan Robson, masih belum bisa memahami penurunan performa bekas klubnya pada musim ini. Rentetan performa minor itu berujung pada pemecatan pelatih asal Norwegia, Ole Gunnar Solskjaer.

Di delapan laga terakhir di semua ajang, Iblis Merah hanya mampu memetik dua kemenangan. Catatan penampilan Man United kian buruk apabila menilik kiprahnya di Liga Primer Inggris musim ini. Di tujuh laga terakhir, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan hanya bisa memetik satu kemenangan dan menelan lima kekalahan dan satu hasil imbang.

Ujungnya, klub tersukses di pentas Liga Primer Inggris itu tertahan di peringkat kedelapan dan mengatongi selisih 11 poin dengan pemuncak klasemen sementara, Chelsea. Tidak hanya itu, Man United juga sudah kehilangan satu kemungkinan raihan trofi pada musim ini usai tersingkir di putaran ketiga Piala Liga Inggris.

Padahal, Robson mengakui ada antusiasme dan harapan besar terhadap performa Man United pada musim ini. Terlebih, MU telah mendatangkan sejumlah pemain bintang pada jendela transfer awal musim ini.

Dimulai dengan menyelesaikan kepindahan Jadon Sancho, merekrut Raphael Varane dari Real Madrid, hingga memboyong kembali pengoleksi lima gelar Ballon d'Or, Cristiano Ronaldo.

Kehadiran pemain-pemain tersebut dinilai sudah bisa mendongkrak performa Man United, yang mampu finis di peringkat kedua Liga Primer Inggris dan melangkah ke babak final Liga Europa pada musim lalu.

Bahkan, dengan penguatan skuad via kehadiran pemain bintang itu, lanjut Robson, Man United sebenarnya bisa bersaing dengan Chelsea, Manchester City, dan Liverpool dalam perebutan titel Liga Primer Inggris musim ini. Namun, kiprah United pada awal musim ini jusru lebih banyak diisi dengan kekecewaan.

Robson pun mengaku masih belum bisa mengurai penyebab utama dari penurunan performa yang berujung pada rentetan hasil minor Man United pada awal musim ini.

''Saat Anda melihat musim lalu, Man United bisa finis di peringkat kedua dan tampil di partai puncak Liga Europa. Hal itu menunjukkan proses pembangunan kembali tim ini sudah berada di jalur yang tepat. Namun, apa yang salah di Man United pada musim ini, benar-benar di luar pemahaman saya,'' ujar Robson seperti dikutip SportsKeeda, Selasa (23/11).

Rentetan hasil buruk Man United itu akhirnya berujung pada keputusan manajemen untuk mengakhiri kerja sama dengan Solskjaer, pelatih yang telah menukangi Man United sejak 2018 silam.

Baca Juga

''Cukup menyedihkan mendengar keputusan tersebut. Ole adalah pribadi yang luar biasa. Semua pihak di klub ini menyukai Ole,'' kata mantan kapten Man United dan timnas Inggris tersebut

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA