Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Srikandi BUMN Dorong Komposisi Direktur Perempuan 30 Persen

Selasa 23 Nov 2021 16:20 WIB

Red: Gita Amanda

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers terkait program Girls Take Over di Kementerian BUMN, Jakarta, (ilustrasi).

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers terkait program Girls Take Over di Kementerian BUMN, Jakarta, (ilustrasi).

Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto
Tahun ini komposisi srikandi BUMN 15 persen dan akan terus didorong hingga 30 persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Srikandi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tina T Kemala Intan mengatakan akan terus mendorong karyawan perempuan capai posisi direktur hingga 30 persen dari jumlah direktur di BUMN.

"Kita akan terus mendorong BoD (Board of Director) dan high level perempuan. Tahun ini komposisinya 15 persen, kita akan terus dorong sampai berikutnya ke 25 persen, dan kita harap sampai 30 persen di tahun-tahun berikutnya sebagaimana standar global," kata Tina dalam webinar "Dunia Kerja Setelah Pandemi Covid-19" yang dipantau di Jakarta, Selasa (23/11).

Baca Juga

Menurutnya, dengan keragaman gender di jajaran direktur, kinerja perusahaan bisa meningkat 20 sampai 50 persen. Untuk ini, Srikandi BUMN pun bekerja sama dengan banyak pihak, misalnya dengan menyelenggarakan program Girls Take Over dimana mahasiswi mengambil alih selama sehari jabatan strategis di BUMN.

"Girls Take Over yang sudah kita jalankan diminati oleh hampir 7 ribu mahasiswi, dimana sebelumnya peminatnya sekitar 600 mahasiswi. Ini menunjukkan bahwa sebetulnya perempuan Indonesia semakin menyadari perannya, dan punya harapan untuk menggapai cita-cita," kata Tina.

Srikandi BUMN tidak hanya berfokus pada pemberdayaan perempuan untuk BUMN, tapi juga untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola perempuan. Perempuan pun didorong tidak hanya menjadi pekerja, tapi juga memiliki usaha mandiri yang bermanfaat bagi orang lain.

Meskipun mendorong keberagaman gender, Tina mengatakan tidak lantas perempuan mendapatkan perlakuan yang eksklusif atau spesial. Hanya saja, ia memastikan agar perempuan di BUMN tidak akan mengalami diskriminasi atau pelecehan dalam bentuk apapun.

"Para perempuan juga dituntut bisa mengembangkan kompetensi mengikuti tren dan kebutuhan yang ada di masa datang," katanya.

Saat ini Srikandi BUMN juga memasifkan pembahasan terkait mental healthh dan wellness, sehingga diharapkan karyawan tidak sekadar meningkatkan keahlian teknis saat meniti karir, tapi juga soft skill dan kepemimpinan.

"Karena di tengah kondisi seperti ini, banyak hal baru yang kita temui, kita dituntut makin kreatif menghadapi keadaan yang serba tidak pasti. Saya harap perempuan bersama laki-laki bisa saling mendukung," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA