Tuesday, 15 Jumadil Akhir 1443 / 18 January 2022

Tuesday, 15 Jumadil Akhir 1443 / 18 January 2022

Twitter Uji Coba Fitur Live Shopping

Selasa 23 Nov 2021 13:23 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Dwi Murdaningsih

Twitter

Twitter

Foto: Reuters
Fitur live shopping pertama akan diadakan pada Ahad (28/11) nanti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Twitter sedang menguji fitur terbarunya Belanja Langsung atau live shopping. Fitur ini mengizinkan pengguna menelusuri dan berbelanja barang sambil menonton siaran langsung.

Awal tahun ini, platform media sosial mengumumkan program pemasaran yang memungkinkan pengguna berbelanja tanpa perlu meninggalkan aplikasi. Namun, fitur tersebut hanya tersedia untuk pengguna iOS.

Baca Juga

Akhir-akhir ini, Twitter telah menguji banyak hal, termasuk layanan berlangganan Twitter Blue. Layanan itu menawarkan pengguna dapat membaca artikel bebas iklan dalam aplikasi Twitter dan menyesuaikan aplikasi dengan tema dan ikon aplikasi khusus. Dengan bayaran tiga dolar Amerika per bulan, pengguna bisa merasakan semua fitur tersebut termasuk layanan penunda cicitan sebelum menekan tombol kirim.

Sekarang, fitur terbaru Belanja Langsung akan memudahkan pengguna berbelanja sambil menonton siaran langsung. Selama siaran, penonton akan melihat daftar produk bersama dengan pilihan yang diarahkan ke halaman membeli produk tanpa harus menutup video atau aplikasi.

Siaran langsung pertama akan diadakan pada Ahad (28/11) nanti. Twitter bekerja sama dengan Walmart dan akan menampilkan penyanyi Jason Derulo. Acara ini akan berlangsung selama 30 menit dan akan menyoroti barang elektronik, perlengkapan rumah, pakaian, dekorasi musiman, kejutan tamu spesial dan lain-lain. Sayangnya, acara ini hanya akan tersedia untuk diakses di iOS dan desktop.

Dilansir Screen Rant, Selasa (23/11), platform media sosial lainnya, seperti Instagram dan WhatsApp juga telah menguji fitur belanja dalam aplikasi mereka. Sampai sekarang tidak jelas perusahaan mana yang unggul dalam fitur ini. Tampaknya fitur belanja menjadi bagian dari strategi mereka.

Twitter berada di kondisi yang menarik dan perusahaan memang memiliki kebiasaan untuk selalu menguji fitur-fitur baru. Sementara beberapa diluncurkan dan akhirnya menjadi bagian dari pengalaman umum dan yang lain ditinggalkan. Oleh karena itu, Twitter dapat dengan mudah memilih untuk mengakhiri ambisi belanjanya sama sekali atau ada dalam waktu singkat.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA