Saturday, 26 Jumadil Akhir 1443 / 29 January 2022

Saturday, 26 Jumadil Akhir 1443 / 29 January 2022

Merajut Kerukunan Umat Beragama ‘Kota di Atas Papan’ 

Selasa 23 Nov 2021 05:58 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Salah satu masjid umat Islam di Jalan Sultan Hassanudin, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Rabu (7/2).

Foto:
Kota Agats di Kabupaten Asmat dihuni mayoritas non-Muslim

Elias mengatakan, semua agama yang ada di Asmat hendaknya bisa sama-sama merawat kerukunan. Untuk mengupayakan hal itu, menurut dia, sudah ada FKUB yang memiliki program untuk bisa mempererat hubungan kerjasama antara agama.  

Namun, ia melihat sampai saat ini FKBU di Asmat belum mampu untuk membuat program yang bisa menyentuh langsung kepada masyarakat beragama. 

“Bagi saya FKUB belum mampu, belum bisa membuat program-program yang memang menyentuh, belum kelihatan. Misalnya, program-program yang mereka lakukan selama ini hanya seperti biasanya saja, bagaimana mengajarkan tentang Pancasila dan lain-lain,” kata Elias.

Karena itu, dia berharap kedepannya FKUB bisa membuat program yang melibatkan semua agama, seperti halnya saat perayaan Hari Raya Idul Fitri, perayaan Natal, dan lain-lain.

“Misalnya saat Idul Fitri, tokoh-tokoh pemuda Kristen bisa mungkin menjaga keamanan atau ketika Natal pemuda muslim mungkin bisa menjaga keamanannya,” jelas Elias.

Namun, menurut dia, program kerjasama yang semacam itu belum terlihat di Asmat. Kegiatan kerjasama antar umat beragama itu hanya terlihat dalam kegiatan Pramuka. “Karena, kalau di Pramuka itu kan anak-anak muslim banyak, Kristen banyak, dan mereka ditugaskan untuk jaga-jaga di gereja atau di masjid,” ujarnya.

Baca juga: Nasihat KH Mashum Sufyan Supaya Tiru Filosofi Beras

Elias mengakui bahwa masih ada tantangan untuk merawat kerukunan umat beragama di Asmat. Karena, menurut dia, sampai saat ini masih ada beberapa pihak yang belum terbuka. 

 

“Jadi, kalau menurut saya, kita harus sama-sama saling terbuka, setiap agama kan dia mengajarkan kebaikan, dia mengajarkan cinta kasih. Jadi kita harus sama-sama saling terbuka, tapi tidak menghilangkan dogma atau ajaran dari setiap agamanya masing-masing,” kata Sarjana Theologi ini.     

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA