Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Seluruh Sekolah di Korsel Terapkan Kembali Kelas Tatap Muka

Selasa 23 Nov 2021 03:13 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha

 Seorang guru memberikan buku pelajaran kepada siswanya di sebuah sekolah dasar di Sejong, Korea Selatan, 02 Maret 2021. Sekolah-sekolah di seluruh negeri dibuka kembali di tengah pandemi virus Corona yang sedang berlangsung.

Seorang guru memberikan buku pelajaran kepada siswanya di sebuah sekolah dasar di Sejong, Korea Selatan, 02 Maret 2021. Sekolah-sekolah di seluruh negeri dibuka kembali di tengah pandemi virus Corona yang sedang berlangsung.

Foto: YONHAP/YNA
Tindakan pencegahan seperti masker dan jaga jarak masih diterapkan.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Seluruh sekolah di Korea Selatan (Korsel) akan menerapkan kelas tatap muka pertama sejak awal pandemi. Negeri Ginseng negara pertama yang mengalami wabah pandemi virus corona di luar China.

Sejak itu sekolah-sekolah di Korsel menerapkan beberapa tahap peraturan pembatasan sosial. Mulai penutupan sekolah, kelas jarak jauh hingga kelas campuran antara kelas daring dan luring.

Baca Juga

Langkah-langkah seperti pemeriksaan massal, pelacakan kontak, dan aplikasi pelacakan membuat Korsel berhasil membatasi kasus infeksi tanpa menerapkan peraturan pembatasan sosial ketat seperti negara-negara lain. Tapi upaya untuk membuka kembali sekolah sebelumnya digagalkan gelombang infeksi baru.

Kebijakan membuka kembali sekolah bagian dari rencana Korsel 'hidup bersama Covid-19'. Langkah yang diadopsi setelah negara itu meraih target angka vaksinasi bulan lalu. Sekitar 78,8 persen populasinya sudah divaksinasi lengkap meski angkanya turun menjadi 12,8 persen untuk anak berusia 12 hingga 17 tahun.

"Memang benar masih banyak kekhawatiran yang bertahan," kata Menteri Pendidikan Korsel Yoo Eun-hye dalam kunjungannya ke sekolah dasar di Seoul, Senin (22/11).

Meski melonggarkan peraturan pembatasan sosial saat angka vaksinasi tinggi. Negara itu masih menghadapi tingginya angka kasus infeksi harian termasuk rekor jumlah kasus infeksi dengan gejala parah.

Pada Ahad (21/11) malam Korsel melaporkan 2.827 kasus infeksi Covid-19 baru. Turun sedikit dari angka kasus infeksi harian pada pekan itu yang di atas 3.000 kasus per hari termasuk rekor pada Kamis (18/11) yang sebanyak 3.292 kasus.

Pemerintah Korsel paling mengkhawatirkan lonjakan kasus gejala berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Kini sudah hampir mendekati rekor tertinggi di atas 500 .

Sekolah-sekolah dapat kembali menerapkan kelas jarak jauh atau campuran bila situasi pandemi virus corona mengharuskannya. Tindakan pencegahan seperti masker dan jaga jarak masih diterapkan.

"Angka kasus infeksi kasus baru naik, kami meminta orang tua dan anggota keluarga untuk sangat memperhatikan tindakan pencegahan, kementerian pendidikan dan kantor-kantor pendidikan akan melakukan pemeriksaan tindak pencegahan dan akan membantu pada bidang-bidang yang masih membutuhkannya," katanya.

Baca juga : PDIP Minta Arteria Dahlan Damai dengan 'Anak Jenderal'

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA