Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Menkop Dorong Lobster Sebagai Produk Unggulan Lombok Timur

Senin 22 Nov 2021 14:40 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya

Seorang pekerja menunjukan lobster pesanan pembeli. ilustrasi

Seorang pekerja menunjukan lobster pesanan pembeli. ilustrasi

Foto: ANTARA/Adiwinata Solihin
Selain lobster, sarang burung walet juga akan dikembangkan sebagai produk unggulan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mendorong pemerintah daerah fokus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui produk unggulan lokal daerahnya masing-masing. Ini diharapkan bisa membuka lebih banyak lapangan kerja dan menyejahterakan masyarakat.

Teten mencontohkan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) misalnya, potensi lokal seperti budidaya lobster atau ternak sarang burung walet dapat digarap sebagai produk unggulan daerah. Ia mengatakan, budidaya lobster merupakan produk unggulan yang belum tergarap dengan baik, sehingga perlu ditingkatkan karena banyak negara sedang mencari keunggulan domestik masing-masing. 

Baca Juga

Ia mencontohkan Norwegia kini juga sedang meningkatkan pendapatan domestiknya. Bukan lagi dari migas tapi dari budidaya ikan salmon. "Sehingga kita harus fokus pada teknik, pakan, jaring dengan melibatkan perguruan tinggi dan sebagainya. Kita juga harus berani fokus mengembangkan SDM dan infrastruktur," kata Teten melalui siaran pers, Senin (22/11).

Hal ini akan menjadi lokomotif yang menarik sektor lain seperti pariwisata, tenaga kerja, dan sebagainya. “Jadi sekarang fokus saja kalau mau budidaya lobster maka lobster dulu mulai dari infrastruktur dan pengembangan koperasi," ujarnya. 

Upaya dari pemerintah sendiri yakni sudah ada MoU antara Menteri Koperasi dan UKM dengan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk memperkuat sektor perikanan yang berbasis koperasi. "Sehingga tidak ada lagi nelayan, petambak, dan lain sebagainya yang dalam bentuk usaha sendiri-sendiri dalam skala nonekonomi. Kita akan konsolidasi dalam bentuk koperasi," ujar Teten. 

Maka diharapkan, lobster dan sarang burung walet yang akan dikembangkan di NTB akan terfokus dalam segi model bisnisnya. Termasuk dari segi sisi pembiayaan dan sebagainya dalam wadah koperasi.

Sementara, Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmi mengatakan, saat ini daerahnya telah fokus melakukan revitalisasi kawasan dan pengembangan budidaya lobster. Ia menjelaskan, APBD Perubahan 2021 pemerintah daerah Lombok Timur telah menyiapkan dana sekitar Rp 3 miliar untuk perubahan dan renovasi Teluk Ekas, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) kemudian dilanjutkan pada RAPBD 2022 sekitar Rp 8 miliar ditambah pembelian lahan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sekitar 3 hektare sebagai aset pemerintah pusat di Pemda Lombok Timur. 

"Teluk Ekas ini merupakan penghasil lobster terbaik di Indonesia karena itulah KKP akan memberikan pinjaman dari luar negeri untuk penataan Teluk Ekas sekitar Rp750 miliar. Alhamdulillah semoga menjadi berkah," ujar Sukiman. 

Desa Ekas di teluk ini menjadi salah satu dari 254 desa di Kabupaten Lombok Timur dari 21 kecamatan dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa. Di wilayah itu berkembang sebanyak 541 koperasi namun yang aktif hanya 292 koperasi. 

"Entah apa problematika mungkin sudah mati suri atau memang dari pusat data online tidak bisa dihapus atau bagaimana. Tapi faktanya yang aktif 292 koperasi," katanya. Kabupaten Lombok Timur sendiri memiliki prospek pendapatan yang sangat bagus yakni ada Gunung Rinjani sebagai jalur pendakian dan pantai yang tidak jauh yakni Pantai Pink, Pantai Kura-Kura, Pantai Surga, dan lainnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA